Anti Hoax

Misinformasi! Pfizer tambahkan zat penguat jantung dalam vaksin untuk anak

Misinformasi! Pfizer tambahkan zat penguat jantung dalam vaksin untuk anak

Logo Pfizer terefleksi pada tetesan cairan jarum suntik sebagai ilustrasi vaksin COVID-19. (ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/aa)

Jakarta (ANTARA/JACX) – Pfizer mengubah formula vaksin mereka bagi anak usia 5-11 tahun sehingga dapat mengatasi orang dengan serangan jantung, demikian unggahan di Twitter pada 31 Oktober 2021.

Unggahan akun dalam Bahasa Inggris itu menyebut formula vaksin Pfizer diubah dengan menambahkan zat yang mampu mengurangi keasaman darah (tromethamine). Zat itu biasa dipakai kepada penderita serangan jantung.

Akun Twitter itu juga memberikan tautan sebuah situs dalam Bahasa Inggris dengan isi serupa narasi di Twitter.

Berikut narasi akun Twitter itu yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:
“Pfizer mengubah formulasi mereka untuk anak usia 5-11 tahun. Mereka menambahkan sebuah pengurang keasaman darah yang biasa digunakan untuk menjaga orang dengan serangan jantung.”

Unggahan itu telah mendapatkan balasan dari sembilan akun lain, diunggah ulang oleh dua pengguna lain Twitter, dan disukai oleh 16 akun lain.

Namun, benarkah Pfizer menambahkan zat penguat jantung dalam vaksin COVID-19 yang ditujukan kepada anak usia 5-11 tahun?

 
Unggahan misinformasi terkait vaksin COVID-19 Pfizer (Twitter)


Penjelasan:
Merujuk pada halaman AFP, dokumen Pfizer yang diserahkan kepada Badan Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat, tidak disebut kandungan tromethamine pada formula awal vaksin COVID-19 Pfizer.

Namun, Juru Bicara Pfizer Kit Longley menyampaikan bahwa penambahan tromethamine bertujuan menyederhanakan dan memperpanjang masa simpan vaksin.

Formula Pfizer dengan tromethamine itu tersebut bukan ditambahkan ke vaksin yang ditujukan kepada anak-anak melainkan ditambahkan dalam vaksin COVID-19 untuk dewasa.

Kit Longley juga menambahkan, bahwa tidak ada bukti efek samping Pfizer terhadap jantung.

“Pfizer menyadari laporan yang langka terkait miokarditis dan pericarditis, terutama pada pria muda, setelah vaksinasi mRNA. Itu adalah peristiwa langka dalam bukti klinis dan dunia nyata. Kami belum melihat cukup banyak kasus untuk menarik kesimpulan apapun,” kata Longley.

Sementara, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, dalam situs mereka, menyatakan sebagian besar pasien dengan miokarditis atau pericarditis yang menerima perawatan, merespons baik terhadap obat-obatan dan istirahat, dan merasa lebih baik dengan cepat.

Juru bicara FDA Amerika Serikat Alison Hunt mengatakan penyangga tromethamine, “akan memberikan vaksin dengan profil stabilitas yang lebih baik sehingga dapat disimpan lebih lama dalam lemari es.”

Klaim: Pfizer tambahkan zat penguat jantung dalam vaksin untuk anak
Rating: Misinformasi

Baca juga: Booster vaksin COVID-19 Pfizer efektif 9-10 bulan

Baca juga: Menkes: Pfizer keluarkan produk obat antivirus pesaing Molnuvirapir

Baca juga: Obat COVID-19 Pfizer diklaim pangkas risiko hingga 89 persen

Pewarta: Tim JACX
Editor: Hanni Sofia
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkominfo ingatkan masyarakat tak sulut hoaks, jelang putusan MK

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar