Dodol "Made in Panyabungan" Tembus Pasar Malaysia

Warga Malaysia sangat suka dodol itu, disamping rasanya manis, pulen dan juga enak
Medan (ANTARA News) - Makanan khas dodol asal Kota Panyabungan, Sumatera Utara, menembus Pasar Pulau Pinang, Malaysia.

Staf penjaga anjungan Pameran Kabupaten Mandailing Natal, Adi  di Pekan Raya Sumatera Utara  di Medan, Sabtu, mengatakan, makanan ringan asal daerah tersebut mulai dikenal di negara jiran itu, sejak tahun 2008.

Dia menjelaskan, makanan tradisional tersebut awalnya diikutsertakan untuk meramaikan kegiatan Pameran Pekan Raya di Kenegerian Pulang Pinang. Dodol  mewakili Sumatera Utara dalam pekan raya tersebut.

Ternyata makanan yang bahan bakunya menggunakan pulut dan gula aren murni itu, laris manis dan sangat disukai warga Malaysia.

"Warga Malaysia sangat suka dodol itu, disamping rasanya manis, pulen dan juga enak," kata Adi yang juga mahasiswa Universitas Sumatera Utara itu.

Dia mengatakan, ketertarikan lainnya warga asing itu terhadap makanan dodol Panyabungan itu, karena kemasannya sangat sederhana hanya dibungkus daun yang digunakan untuk membuat tikar.

"Memang bungkusnya tidak begitu menarik, tetapi rasanya yang penting," ujar Adi.

Selanjutnya ia menjelaskan, selain makanan dodol atau "alame" yang ikut diperkenalkan pada Pameran Pekan Raya di luar negeri itu, juga makanan khas Kipang Pulut, Sasagun, Sangkoa (berbahan baku pulut), Kue Sapit (terbuat dari tepung beras pilihan) dan Kripik Pisang Gula Merah (bahan baku pisang pilihan dan gula aren murni).

Bahkan, jelasnya, produksi Dodol Panyabungan itu hampir mencapai 35 ton per tahun. Produsen utama pembuatan makanan itu adalah "Nek Mora" beralamat di Jalan Sutan Kumala Dipertuan, Kelurahan Kota Siantar-Panyabungan,Sumatera Utara.
(ANT/A038)

Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar