Pengamat: Penolakan Gedung Baru Untuk Sudutkan Demokrat

Pengamat: Penolakan Gedung Baru Untuk Sudutkan Demokrat

Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit (FOTO ANTARA/Andika Wahyu )

Jakarta (ANTARA News) - Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit mengatakan penolakan gedung baru adalah untuk menyudutkan Partai Demokrat. 'Permainan' itu dinilai sangat strategis karena melibatkan banyak pihak.

"Ini permainan politik saja untuk menyudutkan Partai Demokrat (PD) sebagai partai terbesar, untuk menghancurkan Partai Demokrat pada pemilu 2014 nanti," kata Arbi Sanit di Jakarta, Senin.

Ia menyebutkan, fraksi-fraksi di DPR  memanfaatkan ketidakmatangan berpolitik kader-kader PD sehingga bisa dikerjai beramai-ramai.

Ketidakmatangan itu, ujar Arbi, bisa dilihat bagaimana Ketua DPR RI Marzuki Alie yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina PD dikritik habis-habisan oleh fraksi lain, bahkan oleh kader-kader PD sendiri yang tidak memahami permainan politik fraksi-fraksi lain ikut-ikutan mengeroyok Marzuki Alie.

"Marzuki yang bisa dikatakan masih awam permainan politik semacam ini tapi dia mau saja membela keputusan bersama, sementara yang lain sudah bermanuver liar. Masa keputusan bersama mereka 'plintir' menjadi keputusan Marzuki Alie saja?. Memangnya Marzuki bisa memutuskan sendiri? Hebat benar dia kalau begitu, dan tentunya dia lebih hebat dari SBY kalau memang demikian. Jelas keputusan itu keputusan bersama yang melibatkan seluruh fraksi," ungkap Arbi.

Keputusan pembangunan gedung baru itu, kata Arbi, jelas disetujui oleh seluruh fraksi yang ada DPR karena sudah melalui tahapan-tahapan persetujuan mulai dari rapat badan musyawarah, rapat pimpinan DPR dan pimpinan fraksi dan komisi serta rapat paripurna.

"Rapat paripurna untuk membangun gedung baru saja ada dua yaitu rapat rencana strategis (renstra) juga rapat paripurna pengambilan keputusan APBN. Masa sekarang mereka berlagak lupa dengan keputusan mereka sendiri? Memangnya mereka tidak baca apa sebelum mengambil keputusan? Masa mereka tidak lihat di APBN ada nilai Rp1,2 triliun yang mereka setujui?" ujar Arbi.

Dirinya sama sekali tidak percaya jika ada partai yang medesak pembatalan pembangunan gedung karena memikirkan rakyat.

"Rakyat juga tidak bodoh melihat hal ini. Mereka tidak pernah bela kepentingan rakyat, kok sekarang sok pro rakyat. Rakyat tahu mereka hanya cari popularitas," ungkap dia.

Ia menganjurkan kepada Marzuki Alie untuk membatalkan gedung baru itu daripada membela, namun menjadi sasaran dari fraksi-fraksi lain.

"Alasan yang dikemukakan bahwa hal itu menunjang kinerja adalah alasan yang dicari-cari. Alasan yang digunakan untuk mendukung kinerja tidak masuk akal, memang yang bekerja itu gedungnya? Yang bekerja itu orangnya dan jelas anggota-anggota DPR itu tidak pernah kerja benar," demikian Arbi Sanit.(*)
(Zul/R009)

Pewarta: Zul Sikumbang
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Pengamat: Hoax bagian dari permainan politik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar