Wamenkes: Inovasi diperlukan untuk mencapai Indonesia sehat

Wamenkes: Inovasi diperlukan untuk mencapai Indonesia sehat

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono (ANTARA/HO.Kemenkes)

Untuk bisa mencapai Indonesia yang sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan, inovasi diperlukan untuk mencapai Indonesia sehat, sehingga kepala daerah harus membuat inovasi untuk bisa memberdayakan masyarakat dan semua pengambil keputusan dalam menjaga lingkungan serta kesehatan.

"Untuk bisa mencapai Indonesia yang sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat tetapi juga seluruh lapisan masyarakat," ujar Dante dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dante dalam sambutannya pada acara Penghargaan Swasti Saba Kabupaten Kota Sehat dan juga Penghargaan Penerapan Protokol Kesehatan Bagi Tempat Pengelolaan Pangan 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Katadata mengapresiasi para kepala daerah yang mendapatkan penghargaan tersebut.

"Penghargaan Swasti Saba Kabupaten Kota Sehat dan juga Penghargaan Penerapan Protokol Kesehatan Bagi Tempat Pengelolaan Pangan merupakan bentuk apresiasi atas inovasi dan juga kemandirian, kerja aktif yang telah dilakukan oleh bupati, wali kota dan juga gubernur. Meski terkendala pandemi, Bapak Ibu bisa melakukan koordinasi untuk bisa melaksanakan Kabupaten Kota Sehat," katanya.

Baca juga: Kemenkes: Check in PeduliLindungi penting untuk pelacakan COVID-19

Pemberian Pnghargaan Swasti Saba Kabupaten Kota Sehat dan juga Penghargaan Penerapan Protokol Kesehatan Bagi Tempat Pengelolaan Pangan dilakukan tiap dua tahun sekali dan digelar pada tahun ganjil.

Ada empat kategori penghargaan Swasti Saba yaitu Padapa, Wiwerda, Wistara dan Tim Pembina provinsi terbaik. Tujuh kabupaten kota yang mendapatkan penghargaan Swasti Saba kategori Pandapa yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Bandung, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Tegal, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Banjar dan Kota Sukabumi.

Penerima Swasti Saba kategori wiwerda yaitu Kabupaten Tebo, Kota Pangkal Pinang, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Nganjuk. Untuk kategori Swasti Saba Wistara diterima oleh 25 kabupaten kota yaitu Kota Padang Panjang, Kabupaten Sukabumi, Kota Semarang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kota Blitar, Kota Tomohon, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Soppeng.

Juga Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Barru, Kabupaten Wajo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Pare-pare, Kabupaten Bau bau dan Kabupaten Palopo.

Kategori Swasti Saba Kabupaten Kota Sehat Tim Pembina Provinsi terbaik diterima oleh Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Baca juga: Kemenkes: Tetap waspada meski varian Delta Plus belum ada di Indonesia

Bupati Banjar Saidi Mansyur mengatakan, penghargaan KKS yang diterima Kabupaten Banjar diharapkan bisa menjadi jalan untuk menurunkan angka stunting.

"Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan Swasti Saba KKS yang diterima Kabupaten Banjar. Harapan kami dengan diterimanya penghargaan ini dapat memacu kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di daerah kami," ujar Saidi.

Bupati Tebo Sukandar menjelaskan, Pemkab Tebo membangun monumen Kabupaten Kota Sehat yang digunakan sebagai informasi kepada masyarakat dan juga pesan bahwa telah tumbuh rasa kesadaran dari masyarakat untuk perilaku hidup sehat dan juga menjaga lingkungan sekitar.

"Dengan adanya program KKS ini kami merasakan sinergi yang luar biasa, kebersamaan dan juga pemberdayaan dari pemda, kecamatan, desa, kelurahan dan juga dengan stakeholder lain. Secara tidak langsung, penghargaan ini akan dimanfaatkan untuk mencapai indikator kesejahteraan dan lingkungan hidup di Tebo," kata Sukandar.
 

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkes: Penerima vaksin Pfizer belum bisa vaksinasi booster

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar