Nadiem : Dunia pendidikan membutuhkan pemimpin transformasional

Nadiem : Dunia pendidikan membutuhkan pemimpin transformasional

Tangkapan layar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam acara The 3rd Indonesia Human Capital Summit 2021 yang dipantau di Jakarta, Kamis (17/11/2021). (ANTARA/Indriani)

Berfokus pada pembangunan karakter guru sebagai pemimpin
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan dunia pendidikan membutuhkan pemimpin yang transformasional.

“Sosok pemimpin transformasional sering diidentikkan dengan dunia usaha dan dunia industri, namun sebenarnya dunia pendidikan membutuhkan pemimpin yang melakukan perubahan dan mengubah tantangan menjadi kesempatan. Sebab dari mana lagi mendapatkan generasi penerus kecuali dari sekolah dan kampus,” ujar Nadiem dalam acara The 3rd Indonesia Human Capital Summit 2021 yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Nadiem menambahkan momentum transisi akibat pandemi COVID-19 merupakan waktu tepat dalam mewujudkan Indonesia yang memiliki masa depan yang baik. Untuk itu, perlu mewujudkan sosok pemimpin yang transformasional dan visioner.

Nadiem menambahkan melalui Program Guru Penggerak, Kemendikbudristek mempersiapkan pemimpin yang dibutuhkan untuk memajukan sistem pendidikan Indonesia.

“Program ini tidak sama dengan program lain yang ditujukan untuk guru, karena berfokus pada pembangunan karakter guru sebagai pemimpin. Saya sudah mendengar sendiri dari peserta bagaimana program ini memiliki dampak bagi mereka. terutama dalam mengubah pola pikir dan metode pengajaran guru,” terang dia.

Nadiem menambahkan selama mengikuti pelatihan selama sembilan bulan, Guru Penggerak dilatih menjadi pemimpin transformasional, yang memahami perkembangan dunia pendidikan seiring dengan perkembangan zaman.

“Peka dengan situasi di sekitarnya dan tergerak untuk melakukan perubahan, mampu melihat tantangan sebagai kesempatan dan selalu memprioritaskan kebutuhan siswa diatas segalanya. Serta adaptif dengan perkembangan teknologi,” jelas dia.

Dengan kemampuan tersebut, lanjut dia, Guru Penggerak siap menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong transformasi pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas, menyenangkan dan juga relevan.

Baca juga: PGP jadikan guru miliki paradigma memerdekakan anak

Baca juga: Kemendikbudristek targetkan 405.000 guru jadi Guru Penggerak pada 2024

Baca juga: Komisi X DPR minta LPTK jadi penggerak utama transformasi guru


Pewarta: Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diplomasi budaya Indonesia melalui gamelan dan batik (1)

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar