Dekan FISIP Universitas Riau jadi tersangka pelecehan mahasiswi

Dekan FISIP Universitas Riau jadi tersangka pelecehan mahasiswi

Tangkapan layar - Korban pelecehan saat mengaku di media sosial. ANTARA/HO.

Penyidik segera memanggil SH untuk diperiksa sebagai tersangka.
Pekanbaru (ANTARA) - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi, menetapkan Dekan FISIP Universitas Riau (Unri) SH menjadi tersangka kasus dugaan pelecehan atas mahasiswi bimbingannya.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, di Pekanbaru, Kamis, membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, penyidik telah melakukan gelar perkara kasus tersebut, kemudian menetapkan SH sebagai tersangka kasus pelecehan mahasiswi bimbingannya.

Dia mengatakan penyidik sudah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan kepada jaksa penuntut umum, agar kasusnya cepat selesai.

"Penyidik segera memanggil SH untuk diperiksa sebagai tersangka," kata Sunarto.

Selama ini, SH juga telah dimintai keterangannya dalam status sebagai saksi.

Sebelumnya, SH membantah telah melakukan pelecehan terhadap mahasiswi berinisial L tersebut pada akhir Oktober 2021 di ruang Dekan FISIP Unri.

Bahkan, SH juga telah melaporkan mahasiswi yang mengaku dilecehkan tersebut, karena dianggap mencemarkan nama baiknya.

Sebelum menetapkan SH sebagai tersangka, penyidik juga menggunakan alat pendeteksi kebohongan untuk memperkuat proses penyidikan.

Kasus ini juga mendapat perhatian secara luas, karena terjadi di lingkungan kampus perguruan tinggi negeri terbesar di Provinsi Riau ini.

Kasus ini merebak ketika video mahasiswi inisial L mengaku dilecehkan oleh SH saat melakukan bimbingan skripsi beredar luas di media sosial sejak 4 November 2021. Beberapa hari setelahnya, L didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) melaporkan kasusnya ke Polresta Pekanbaru, dan kini kasusnya ditangani Polda Riau.
Baca juga: DP3A Pekanbaru siap dampingi mahasiswi Unri didduga korban pelecehan

Pewarta: Annisa Firdausi dan Putri YM
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Rudapaksa 13 santri, Herry Wirawan dituntut pidana mati dan kebiri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar