Tikus Rusak Pariwisata New York

Tikus Rusak Pariwisata New York

New York (ANTARA/Reuters Life!) - Tentu saja tak seorang pun suka tikus, kata seorang pejabat kota pada Selasa (5/4), saat ia meminta 1,5 juta dolar AS disediakan pada anggaran untuk membantu menangani apa yang ia sebut masalah tikus yang mengerikan di Manhattan, Amerika Serikat.

Melihat hewan kecil perusak mengobrak-abrik jalan-jalan dan saluran terowongan bawah tanah adalah pemandangan yang tak menyenangkan buat wisatawan, kata Presiden Manhattan Borough Scott Stringer.

"Mereka tak mau datang ke sini dan menikmati liburan bersama tikus New York City," kata Stringer kepada Reuters.

Stringer, yang menuntut disediakannya uang untuk menangani tikus di dalam anggaran Departemen Kesehatan kota tersebut, mengatakan pengurangan dana memaksa pemutusan hubungan kerja dengan 57 pekerja Pest Control. Hasilnya adalah peningkatan 1,5 persen keluhan selama satu tahun belakangan dan kerugian terhadap daya tarik pariwisata New York City, katanya.

Itu juga jadi masalah keselamatan masyarakat.

"Buat saya, ini tak bisa diterima baik sebab hewan pengerat sangat berbahaya bagi anak-anak dan kualitas hidup kota ini," kata Stringer.

Ia menyatakan pemotongan "tak masuk akal" sebab program pengendalian hama di kota itu mengumpulkan sebanyak 6 juta dolar AS dari denda setiap tahun dari para pemilik gedung karena pelanggaran kesehatan yang berkaitan dengan hama.

"Mengapa kalian membuat pemotongan dana buat program yang sesungguhnya menghasilkan uang buat kota ini?" kata Stringer.

Jika pemotongan tak diubah dan kekuatan pengendali hama dibendung, maka masalah pengendalian tikus akan bertambah parah, katanya.

Namun wanita jurubicara Departemen Kesehatan kota tersebut Susan Craig mengatakan pemutusan hubungan kerja "tak memiliki dampak pada kestabilan lembaga itu untuk menanggapi keluhan mengenai tikus".

Kota tersebut telah menyesuaikan diri dengan pemotongan anggaran dengan melakukan pengendalian hama secara lebih menyeluruh, yaitu pembersihan lingkungan hidup --yang berbeda dengan tanggapan keluhan perorangan, katanya.

"Pendekatan baru kami telah memungkinkan kami untuk jadi lebih baik dalam menemukan masalah tikus, lebih baik dalam memberi tahu pemilik gedung mengenai perkembangan biakan hama dan lebih baik dalam memperoleh properti yang saling berdekatan untuk menangani masalah tikus secara serentak," katanya.
(Uu.C003/A011)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Pemkab Ngawi bersama petani gelar Gropyokan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar