Legislator: Vaksin booster penting seiring munculnya varian baru

Legislator: Vaksin booster penting seiring munculnya varian baru

Tangkapan layar Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN bertema "Vaksin Booster untuk Indonesia Lebih Sehat" yang diikuti di Jakarta, Kamis (18/11/2021). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

....Jadi pemberian booster amat penting. Memang prioritas saat ini baru tenaga kesehatan, petugas lain yang juga rentan, dan lansia,
Jakarta (ANTARA) -
Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena menyampaikan bahwa vaksin booster COVID-19 penting dilakukan seiring munculnya berbagai varian baru.
 
Melki Laka Lena dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN bertema "Vaksin Booster untuk Indonesia Lebih Sehat" yang diikuti di Jakarta, Kamis, mengemukakan terdapat tiga hal yang membuat vaksin booster penting dilakukan.
 
Pertama, hingga saat ini belum ada vaksin yang dapat membentuk antibodi secara optimal.

Baca juga: Bio Farma: Harga vaksin booster COVID-19 tunggu regulasi pemerintah
 
Kedua, antibodi menurun setelah enam bulan divaksin. Dan ketiga, munculnya berbagai varian baru.
 
"Tiga hal ini di Indonesia semuanya terjadi. Jadi pemberian booster amat penting. Memang prioritas saat ini baru tenaga kesehatan, petugas lain yang juga rentan, dan lansia," ujarnya.

Baca juga: Satgas COVID-19 PB IDI: Vaksin "booster" aman
 
Dalam kesempatan itu, Melki juga menyampaikan, Presiden Joko Widodo mendorong vaksin booster COVID-19 menggunakan vaksin Nusantara dan Vaksin Merah Putih.
 
"Kami dapat informasi terakhir hasil rapat terbatas kemarin, informasinya adalah Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) mendorong agar vaksin produksi dalam negeri, Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara juga menjadi bagian yang diprioritaskan untuk jadi vaksin booster," tuturnya.
 
Ia mengaku bersyukur Indonesia termasuk negara yang cepat melakukan vaksinasi.

Ia menilai, Presiden Jokowi menjalankan berbagai skema dalam penanganan pandemi COVID-19 juga sudah tepat.
 
Ia menambahkan, penugasan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian BUMN untuk bersama-sama mengejar upaya vaksinasi sebagai opsi melawan COVID-19 cukup baik.
 
Di samping itu, lanjut dia, aspek pencegahan, mulai dari kebijakan PSBB hingga PPKM berbasis level, serta dukungan APD, alat kesehatan, obat-obatan, dan tenaga kesehatan turut menjadi faktor Indonesia dapat mengendalikan pandemi COVID-19.
 
"Ini paralel dikerjakan oleh pemerintah. Kerja keras semua pihak yang membuat Indonesia akhirnya berhasil melewati masa krusial ketika varian delta masuk ke negeri ini. Tentu di antara kerja itu semua kita percaya kekuatan doa dari seluruh komponen di Indonesia," ujar Melki.
 
 
 
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Sore

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar