Kain Tradisional Indonesia Pikat Masyarakat Jenewa

London (ANTARA News) - Gemuruh tepuk tangan dan pujian memenuhi markas besar International Labour Organization Jenewa seiring berakhirnya peragaan busana dan aksesoris batik, tenun ikat dan songket Indonesia dalam acara United Nations Women`s Guild (UNWG) coffee morning, di Jenewa.

Sekretaris Tiga PTRI Jenewa, Indah Savitri, dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Kamis mengatakan, ratusan penonton bergabung dalam organisasi UNWG terkesima dan berdecak kagum menikmati beragam koleksi busana kain tradisional Indonesia.

Sebanyak enam orang istri diplomat dan dua diplomat perempuan Indonesia yang bertugas di PTRI Jenewa tampil elegan dan menawan saat memperagakan berbagai busana tersebut.

Berbagai kain batik Solo, Cirebon, Lasem, dan Pekalongan, maupun tenun ikat Flores, Bali, Ulos Batak, dan Songket Padang serta Palembang dipajang dalam acara tersebut menambah warna-warni kain tradisional Indonesia yang turut.

Dengan iringan lagu Pasir Berantai dan Ampar-ampar Pisang asal Kalimantan Selatan yang berhasil menciptakan suasana dinamis dan penuh kegembiraan.

Antusiasme penonton begitu terasa lewat tepuk tangan dan seruan bravo yang mengiringi acara peragaan busana dari awal hingga selesai.

"Amazing.simply amazing, the vibrant colors and their unique patterns are so beautiful, I want to wear one myself ", seru salah seorang penonton asing mengomentari koleksi pakaian dan tas yang ditampilkan.

Banyak pula penonton yang menyampaikan minat mereka untuk mengoleksi kain, pakaian, dan aksesoris khas Indonesia tersebut.

"Promosi budaya Indonesia ini merupakan kontribusi nyata dan bentuk kecintaan kami kepada tanah air tercinta", ujar Ibu Lista Damayanti Djani, istri Wakil Tetap/Duta Besar RI untuk PBB, WTO dan Organisasi internasional lainnya di Jenewa, dalam sambutan pengantar di awal acara.

Menurut dia, kekayaan budaya Indonesia, termasuk beraneka kain tradisional yang begitu kaya, sangat layak untuk ditampilkan. Hal ini pula yang membuat banyak orang jatuh cinta pada budaya Indonesia.

Acara coffee morning semakin semarak dengan aneka hidangan lezat khas Indonesia seperti siomay bandung, bihun goreng Jawa, dan aneka kue tradisional seperti talam ubi, onde-onde dan lumpia.

Berbagai kerajinan tradisional Indonesia juga diberikan sebagai "door prize" bagi mereka yang beruntung. Kerjasama yang sangat baik dan harmonis dari ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Jenewa juga menjadi kunci kesuksesan acara ini.

Tidak heran jika banyak penonton yang menanyakan kapan acara serupa akan digelar kembali dan menyampaikan penghargaannya Bravo perempuan Indonesia.(ZG).(*)
(T.H-ZG/S025)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Istri Wapres Belanja Kain Songket Bali

Komentar