"Alhamdulillah vox populi vox dei. Sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap pembangunan Gedung Baru DPR sudah jelas."
Jakarta (ANTARA News) - Salah seorang inisiator "Petisi Menolak Pembangunan Gedung Baru DPR", Roy Suryo dari Fraksi Partai Demokrat, mengaku lega dan berterimakasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendengar suara  rakyat yang memprotes rencana pembangunan gedung bernilai sekiraRp1,2 triliun.

"Alhamdulillah vox populi vox dei. Sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap pembangunan Gedung Baru DPR sudah jelas. Terimakasih dukungannya atas sikap saya kemarin," katanya kepada ANTARA News, di Jakarta, Kamis.

Ia menyatakan hal itu beberapa saat setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, mengeluarkan permintaannya, agar pembangunan gedung pemerintahan yang dianggap tidak perlu, ditunda atau dibatalkan.

Presiden juga mengajak lembaga negara lainnya, termasuk DPR RI yang tengah getol berniat mewujudkan pembangunan gedung bernilai sekitar Rp1,2 triliun untuk menghemat anggaran.

Dalam rapat kerja Pemerintah Pusat dan Daerah di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis petang itu, Presiden juga meminta agar anggaran yang berlebih sebaiknya disalurkan untuk anggaran lain, utamanya untuk kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Roy Suryo sangat merasa lega karena nyaris dimintai pertanggungjawaban oleh pimpinan Partai Demokrat atas sikapnya berseberangan dengan beberapa rekan separtainya mengenai rncana pembangunan gedung baru DPR.

"Sebetulnya saya sudah siap ketemu Ketua Fraksi Partai Demokrat, Bapak Jafar Hafsah, di lantai sembilan, namun mendadak beliau dipanggil Bapak SBY ke Istana," ungkapnya, Rabu (6/4).

Anggota Komisi I DPR itu mengaku siap menerima risiko apa pun jika dimintai untuk mempertanggungjawabkan sikapnya, dan konsisten menolak pembangunan gedung baru tersebut.
(T.M036/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2011