PEN Padat Karya transplantasi terumbu karang di Kepulauan Seribu

PEN Padat Karya transplantasi terumbu karang di Kepulauan Seribu

Wisatawan mengabadikan foto sepasang pohon yang menjadi ikon obyek wisata Jembatan Pengantin di Pantai Sakura, Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu pada Selasa (9/11/2021). ANTARA/Abdu Faisal/am.

Jakarta (ANTARA) - Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya melalui transplantasi terumbu karang Indonesia di Kepulauan Seribu dilaksanakan pada 2022 dengan tidak mengesampingkan kearifan lokal.

"Jadi semua masyarakat di Kepulauan Seribu yang terkena dampak ekonomi bisa ikut bekerja di dalam program PEN ICRG," ujar Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Andreas A Hutahaean, Jumat.

Warga berpeluang mengikuti program tersebut. "Bisa itu pelaku wisata, nelayan atau ibu-ibu, jadi siapa saja yang terdampak pandemi dan kami targetkan untuk Kepulauan Seribu sekitar 3.500-5.000 pekerja," katanya.

Andreas menambahkan, peserta atau pekerja transplantasi terumbu karang program PEN ICRG adalah warga yang terkena dampak pandemi COVID-19 secara ekonomi.

Untuk kegiatannya, di Kepulauan Seribu saat ini masih dalam tahap proses persiapan bersama delapan lokasi lainnya di Indonesia. Adapun program PEN itu dimulai pada 2022, bukan pada 2021.

"Kami akan melakukan survei juga sampai dengan pertengahan Desember nanti. Setelah itu, kami bersama pihak terkait mengadakan pertemuan, dan kemudian diputuskan," kata Andreas.

Baca juga: DKI optimalkan peran nelayan jaga ekosistem DPL di Kepulauan Seribu
Baca juga: DKI Jakarta sebut instalasi gabion tidak gunakan terumbu karang


Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan, Kabupaten Kepulauan Seribu menyambut baik sosialisasi kegiatan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Kemenko Marves melalui transplantasi terumbu karang tersebut.

"Tentunya program ini kami sambut baik dan luar biasa sekali," ujar Fadjar.

Fadjar menambahkan, orang atau warga Kepulauan Seribu yang mengetahui tentang transplantasi terumbu karang akan dilibatkan sehingga nantinya bukan hanya asal tanam atau ikut-ikutan karena ada kepedulian dan pengawasan yang baik.

"Jika nanti terumbu karang itu bagus, tentunya akan berdampak bagi sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kepulauan Seribu," ujar Fadjar.

Rapat antara Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves dengan Wakil Bupati dan jajaran Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP) Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, itu kemudian menyepakati untuk menindaklanjuti program PEN Padat Karya dalam payung program ICRG tersebut.

Kepulauan Seribu menjadi satu dari sembilan lokasi padat karya untuk transplantasi terumbu karang Indonesia sebagai upaya PEN setelah pandemi COVID-19.

"Jadi kebetulan Kepulauan Seribu ini terpilih dari ada 9 lokasi lainnya menjadi tempat untuk pelaksanaan program ICRG ini," kata Andreas.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar