KJRI aplikasikan layanan IOSS permudah layanan visa dan paspor

KJRI aplikasikan layanan IOSS permudah layanan visa dan paspor

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly. ANTARA/HO-Humas Kemenkumham

Inovasi IOSS selaras dengan arahan Presiden Jokowi untuk terus berinovasi, khususnya dalam pelayanan publik dengan mengoptimalkan teknologi digital.
Jakarta (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles meluncurkan aplikasi Immigration Online Service System (IOSS) untuk mempermudah layanan visa dan paspor bagi para pemohon di Amerika Serikat dan sekitarnya.

"Pemohon tidak perlu datang jauh-jauh atau pagi-pagi untuk mendapatkan antrean pelayanan paspor dan visa lagi," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

IOSS adalah sebuah inovasi baru sistem janji temu pelayanan paspor dan visa. Sistem ini memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan paspor maupun visa secara elektronik atau tanpa kertas, cepat, dan mudah.

"Inovasi IOSS selaras dengan arahan Presiden Jokowi untuk terus berinovasi, khususnya dalam pelayanan publik dengan mengoptimalkan teknologi digital," katanya.

Sementara itu, Staf Teknis Imigrasi KJRI LA Sigit Setyawan sekaligus penemu inovasi IOSS mengatakan bahwa IOSS merupakan aplikasi sistem janji temu yang sederhana namun dapat menjadi jawaban atas keluhan masyarakat maupun dari internal petugas imigrasi.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa mengakses pendaftaran untuk memperoleh paspor maupun visa dari rumah mereka dengan perangkat gawai masing-masing.

Dari data pendaftaran janji temu di sistem IOSS, secara otomatis tersimpan digital. Para pemohon paspor dan visa akan mendapatkan informasi kapan harus datang ke KJRI LA. Hal ini membantu dan memudahkan petugas maupun pemohon pelayanan paspor dan visa.

"Dengan demikian, suasana KJRI LA tetap kondusif dalam menerapkan protokol kesehatan," kata Sigit.

Melalui IOSS, dapat diketahui statistik data pemohon paspor. Data tersebut dapat digunakan dalam rangka pendaftaran warga negara Indonesia dalam rangka Pemilu 2024.

Atas implementasi inovasi itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengganjar Staf Teknis Imigrasi KJRI LA dengan penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award pada tanggal 18 Desember 2020.

Baca juga: Kemenkumham dorong WNA manfaatkan layanan visa "online"

Baca juga: Razer gandeng Visa tingkatkan layanan pembayaran di Asia Tenggara

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ini komitmen kinerja Kemenkumham Jatim

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar