KTT ASEAN-China bahas capaian strategis, hubungan kemitraan ke depan

KTT ASEAN-China bahas capaian strategis, hubungan kemitraan ke depan

Tangkapan layar: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan pernyataan pers tentang KTT ASEAN-China ke-30 secara virtual melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden RI pada Senin (22/11/2021). (ANTARA/Yuni Arisandy)

Jakarta (ANTARA) - Konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN-China yang berlangsung pada Senin menghasilkan suatu pernyataan bersama yang membahas tentang capaian strategis dan arah hubungan kemitraan ASEAN-China ke depan.

KTT Khusus ASEAN-China menghasilkan  "Joint Statement of the ASEAN-China Special Summit to Commemorate the 30th Anniversary of ASEAN-China Dialogue Relations", kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pernyataan pers yang disampaikan secara virtual melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden RI pada Senin.

Menurut Menlu Retno, pernyataan bersama (joint statement) hasil KTT itu memuat sejumlah hal penting terkait kemitraan antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan China, salah satunya dukungan bagi sentralitas ASEAN dan realisasi visi komunitas ASEAN 2025.


Baca juga: Presiden China dukung ASEAN bangun zona bebas nuklir

Dia menyebutkan bahwa dokumen pernyataan bersama ASEAN-China itu juga memuat tentang upaya pemajuan kerja sama konkret dalam kerangka Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik pada empat area prioritas, yaitu kerja sama maritim, konektivitas, pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs), serta perdagangan dan investasi.

Selain itu, ASEAN dan China membuat pernyataan bersama tentang upaya pemajuan kerja sama ekonomi, terutama di bidang perdagangan, ekonomi digital, teknologi dan inovasi, energi berkelanjutan, serta ekonomi biru.

Selanjutnya, kedua pihak juga sepakat untuk melakukan upaya pemajuan kerja sama ASEAN-China pascapandemi, khususnya untuk mendukung ketahanan kesehatan masyarakat di kawasan.

Baca juga: Xi Jinping pimpin KTT 30 tahun kemitraan China-ASEAN

KTT ASEAN-China berlangsung pada Senin secara virtual dan dihadiri oleh 9 pemimpin negara anggota ASEAN dan Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi.

Kerja sama ASEAN-China dimulai secara informal pada 1991, dan China menjadi mitra wicara penuh (full dialogue partner) ASEAN pada 1996.

China kemudian menjadi mitra wicara strategis ASEAN pada Oktober 2003, yakni pada KTT ASEAN-China ke-24 pada 26 Oktober 2003.

ASEAN dan China pun telah menyepakati peningkatan status kemitraan menjadi kemitraan strategis komprehensif.


Baca juga: Presiden Jokowi: 30 tahun relasi ASEAN-RRT hasilkan kerja sama konkret

Baca juga: Indonesia sambut baik dukungan Denmark untuk kontra terorisme

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar