Menparekraf segera keluarkan edaran sikapi PPKM level 3

Menparekraf segera keluarkan edaran sikapi PPKM level 3

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal COVID-19 dilaksanakan Relawan Kawan Sandi (RKS) di Mal Nipah Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/11/2021). ANTARA/Darwin Fatir.

Makassar (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan segera mengeluarkan surat edaran menyikapi rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 jelang Natal dan tahun baru.

"Kami akan memberikan surat edaran tentang panduan beroperasi dalam PPKM level 3 sesuai dengan keputusan Mendagri. Jadi, berarti konsep pariwisata yang lebih lokal, lebih minat khusus. Konsep pariwisata yang lebih bisa dikemas dalam bentuk protokol kesehatan," papar Sandiaga di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa..

Dengan dikeluarkan surat edaran tersebut, kata dia di sela meninjau vaksinasi massal COVID-19 yang digelar Relawan Kawan Sandi (RKS) di Mal Nipah, nantinya bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif bisa mengantisipasinya.

Baca juga: Wapres: "Santripreneur Award" momentum bangun ekonomi negeri

Meski akan dikeluarkan aturan PPKM level 3, ujar dia menjelaskan, bukan berarti pelarangan dari kegiatan operasional, tetapi pada intinya pembatasan. Oleh karena itu, ia akan berkoordinasi dengan kepala dinas pariwisata agar usaha-usaha di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif segera diberikan sosialisasi.

"Saya melihat, walaupun sulit keputusan PPKM level 3, kita harus mengambil satu langkah tegas guna memastikan gelombang kedua atau gelombang varian baru yang kita diprediksi akan terjadi bisa kita mitigasi dengan langkah-langkah antisipasi," ucapnya menekankan.

Hal kedua, menjelang pelaksanaan PPKM level 3, walaupun pariwisata dan ekonomi kreatif tertekan, dan membuat masyarakat mulai kesulitan, maka pihaknya mendorong pemberian bantuan secara tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu.

Untuk itu, percepatan vaksinasi COVID-19, harus segera dituntaskan, agar pemulihan ekonomi bisa segera terealisasi. Sejauh ini, data untuk Sulsel capaian vaksinasinya baru 45,5 persen pada vaksin dosis pertama dan vaksin dosis kedua belum sampai 30 persen.

Padahal, Sulsel punya banyak potensi destinasi pariwisata yang bisa meningkatkan perekonomian, sayang bila tidak segera dituntaskan vaksinasinya.

"Untuk itu, mari kita bangkitkan ekonomi, kita buka lapangan kerja, dan saatnya kita untuk bergerak," ujarnya bersemangat.

Baca juga: Sandiaga: Banyak permintaan wisatawan India kunjungi RI akhir tahun

Pihaknya pun berterima kasih kepada tim RKS yang sudah memberikan bantuan kepada masyarakat. Karena, ini yang sudah ditunggu-tunggu termasuk akan mempercepat program bantuan kepada masyarakat terdampak.

Sandiaga mengemukakan, hal yang sangat penting adalah percepatan vaksinasi terutama bagi lanjut usia (lansia). Ini dibuktikan tadi, dari tim RKS baik dari demografi yang remaja sampai lansia semua tercakup di 1.200 peserta yang mengikuti vaksinasi hari ini.

Sebagai kelanjutan program percepatan vaksinasi, Sandi telah menginstruksikan kepada Koordinator RKS Muhammad Arsyad untuk terus bergerak melaksanakan vaksinasi dalam membantu percepatan kekebalan kelompok di sejumlah kabupaten kota di Sulsel.

"Masyarakat sekarang perlu bantuan kita. Jadi pembagian sembako, pembagian bantuan itu harus kita fasilitasi, jangan sampai masyarakat merasa tidak ada yang datang untuk memberikan bantuan di saat-saat sulit seperti ini. Jadi ini adalah tugas RKS. Harapannya bisa terwujud beberapa pekan depan," tambahnya.

Baca juga: Sandiaga: PPKM Level 3 saat natal bukan untuk larang aktivitas usaha
Baca juga: Sandiaga: Tingkat vaksinasi di Toraja Utara sinyal bangkitnya ekonomi

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sandiaga targetkan kenaikan investasi pariwisata dan ekraf di 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar