Melukis Bersama di Candi Borobudur

Melukis Bersama di Candi Borobudur

Sejumlah wisatawan duduk di atas stupa saat berwisata di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. FOTO ANTARA/Noveradika/Koz/hp/09. (ANTARA/Noveradika)

Borobudur, Jawa Tengah (ANTARA News) - Kegiatan melukis bersama yang diglar para seniman kawasan Candi Borobudur mengundang ketertarikan wisatawan di peninggalan peradaban dunia di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu, Sabtu.

Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) pimpinan Umar Chusaeni itu melukis bersama di persimpangan jalan di depan kompleks Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB).

Sebagian lainnya melukis di salah satu ruas trotoar Jalan Pramudya Wardani di luar pagar TWCB.

Puluhan siswa SLTP dari Kota Muntilan, Kabupaten Magelang, juga turut pada kegiatan untuk memeriahkan acara bertajuk "Borobudur Bangkit Bersama" (15-17 April 2011) di kawasan itu yang antara lain ditandai dengan pameran produk usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) dan pawai budaya.

Wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang berjalan kaki melewati persimpangan Jalan Balaputera Dewa, Jalan Pramudya Wardani, dan Jalan Badrowati terlihat berhenti sejenak untuk menyaksikan aksi seniman setempat itu.

Mereka yang masih di angkutan wisata juga melihat secara sepintas aksi seniman itu sambil tetap berlalu, sedangkan beberapa warga setempat yang melewati tempat itu berhenti sejenak untuk menyaksikan mereka melukis.

Lukisan mereka antara lain berupa kepala Sang Buddha, Candi Borobudur, gajah Borobudur, Gunung Merapi dan Merbabu. Sedangkan seniman Soni Santoso melukis dengan menggunakan model seorang lelaki duduk di salah satu becak yang diparkir di tepi Jalan Pramudya Wardani.

Sejumlah wisatawan terlihat berfoto di depan lukisan tentang kepala Buddha karya duet pelukis Yogi Setyawan dan Umar Chusaeni di persimpangan jalan itu.

Suhardi, seorang wisatawan berasal dari Surabaya, mengaku senang mendapat kesempatan menyaksikan aksi seniman setempat itu saat berkunjung ke Candi Borobudur.

"Semula hanya tahu naik ke candi, lalu beli oleh-oleh. Tetapi ternyata kami lihat ada mereka melukis di jalan ini," katanya sambil menyebut aksi seniman Borobudur itu mengesankan.(*)

M029*H018/A011

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Tetap berkarya dengan ampas kopi di tengah wabah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar