Pameran internasional bakar semangat berkarya pelukis cat air

Pameran internasional bakar semangat berkarya pelukis cat air

Lukisan karya Kartika Affandi berjudul "Portrait Diri dan Lotus" (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Pameran internasional "Awaken" dari Komunitas Lukis Cat Air Indonesia (KOLCAI) yang akan dibuka di secara virtual di Galeri Nasional Indonesia pada 26 November 2021 diharap bisa membuat semangat para pelukis cat air semakin menggelora.

Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto mengatakan pameran internasional KOLCAI 2021 “Awaken” ini menjadi salah satu momentum untuk terus memantik semangat berkarya para pelukis cat air di Indonesia dan mancanegara.

“Pameran internasional ini semoga dapat dijadikan media untuk bertukar gagasan dan pengalaman, memperluas wacana, pengembangan terkait kekaryaan, dan menggapai arah KOLCAI yang lebih besar dalam lanskap global,” kata Pustanto dikutip dari keterangan resmi, Kamis.

Digelarnya pameran secara virtual ini diharapkan dapat memudahkan bagi publik, untuk bisa menikmati bersama karya-karya dalam pameran ini tanpa perlu dibatasi oleh waktu dan jarak.

Ketua Umum KOLCAI 2017-2021, Candra Martoyo, mengatakan, “Pameran internasional ini menjadi mimpi bagi kami sekaligus sebagai momentum agar KOLCAI bisa dikenal di mancanegara. Dan pada pameran ini, kami berhasil menggandeng 20 negara lain selain Indonesia, sehingga pameran ini menjadi kesuksesan tersendiri bagi KOLCAI”.

Kurator pameran Efix Mulyadi menuliskan dalam kuratorialnya, pameran kali ini ibarat kartu nama untuk memasuki pergaulan antarbangsa. Menurut Efix, “Awaken” merupakan sebuah istilah yang dipakai untuk menggambarkan situasi kejiwaan untuk bisa bangkit.

“Bangkit dari apa? Bolehlah itu berupa bangkit dari keterpurukan, bangkit dari pemahaman yang keliru, bangkit dari kebiasaan yang melumpuhkan, bangkit dengan cara pandang yang baru, dan seterusnya,” imbuhnya.

Dalam konteks pameran ini, ditambahkan unsur media lukis yang mereka geluti sehari-hari, yaitu cat air. Karakter cat air yang hanya satu kali gores, transparan, menolak untuk ditumpuk dengan lapisan berikut, mengisyaratkan semacam nilai kejujuran.

Air sebagai elemen dasar media artistik ini juga mencerminkan sifat utamanya yang selalu merendah dengan mengalir ke tempat yang lebih rendah, dan luwes dengan selalu selaras mengikuti bentuk apapun yang dilewati.

“Secara singkat bisa dikatakan bahwa niat pameran ini adalah menggugah semangat dan kemampuan untuk bangkit, berjuang tanpa mengandalkan kekerasan, namun tetap jujur dan rendah hati,” ungkap Efix.

Dengan semangat kebangkitan tersebut, dalam pameran ini ditampilkan 161 lukisan cat air dari 161 pelukis yang berasal dari 21 negara. Dari 161 pelukis peserta pameran ini, 26 peserta merupakan undangan dari Indonesia, 41 peserta undangan dari luar negeri, 19 peserta perwakilan chapter (kelompok penggiat cat air anggota KOLCAI yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, saat ini ada 26 chapter), dan 75 peserta hasil seleksi open call.

Baca juga: Makna "Terra (In)Cognita" dalam Pameran Seni Rupa Galeri Nasional

Baca juga: Galeri Nasional tambah kuota kunjungan di ruang pameran

Baca juga: Galeri Nasional tampilkan karya seni rupa koleksi negara

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jakarta Bienalle kembali hadir dengan beragam seni kontemporer

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar