Kedubes Inggris luncurkan program akses ekonomi digital inklusif

Kedubes Inggris luncurkan program akses ekonomi digital inklusif

Acara diskusi sekaligus peluncuran “ESSENCE - Program Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Penyandang Disabilitas untuk Mengakses Ekonomi Digital. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia meluncurkan ESSENCE sebagai program pemberdayaan perempuan, remaja dan penyandang disabilitas untuk mengakses ekonomi digital sehingga menjadi lebih inklusif.

"Memberdayakan komunitas terpencil, perempuan dan kelompok terpinggirkan untuk berpartisipasi penuh dalam ekonomi digital bukan hanya hal yang benar untuk dilakukan, tetapi salah satu langkah terbaik yang dapat diambil untuk mengurangi kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan bagi semua," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins melalui keterangannya, Kamis.

"Kami berharap Inggris dapat mendukung transformasi digital Indonesia melalui program seperti ESSENCE," imbuhnya.

Baca juga: BI prediksi transaksi digital banking capai Rp48 ribu triliun di 2022

Ekonomi digital Indonesia diperkirakan bernilai 133 miliar dolar AS pada tahun 2025. Pandemi mempercepat tren global menuju lebih banyak konektivitas digital, lebih banyak kerja jarak jauh, dan lebih banyak bisnis mikro dengan kurang dari 10 karyawan.

Namun hambatan tetap ada. Pertama, tantangan Indonesia sebagai negara yang begitu besar, dan kebutuhan untuk menjangkau jauh melampaui Jakarta dan Jawa – ke seluruh Indonesia. Kedua, hambatan akses yang semakin mempersulit komunitas dan masyarakat marginal untuk mengikuti ekonomi digital.

Pada tantangan kedua, perempuan, anak muda, dan masyarakat serta komunitas marginal, misalnya penyandang disabilitas, menghadapi kesulitan lebih untuk memasuki ekosistem digital.

Mulai kesulitan mendapatkan kredit, membuktikan keterampilan bisnis dan kewirausahaan mereka, atau online – beberapa membutuhkan uluran tangan terlebih dahulu, sebelum mereka dapat berdiri sendiri dan mulai menciptakan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi.

Program ESSENCE pun bertujuan untuk membantu perempuan, anak muda, penyandang disabilitas terpinggirkan dan pemilik usaha UMKM rentan lainnya di Indonesia Tengah dan Timur untuk meningkatkan kemampuan bisnis dan digital mereka melalui inovasi digital.

Ini akan menguntungkan mereka secara pribadi dengan mendorong mereka untuk mentransformasikan bisnis mereka secara digital agar tumbuh, dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan seperti bisnis ini tumbuh dan menciptakan kekayaan, kesejahteraan, dan perdagangan.

Lebih dari 1000 peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan, pendampingan dan pemantauan di bidang akuntansi dasar, manajemen keuangan, pemasaran digital, media promosi, strategi membangun merek dan sertifikasi untuk membantu mereka meningkatkan skala bisnis mereka melalui transformasi digital, dari enam ahli yang berbeda dengan pengetahuan di bidang bisnis digital.

"Program ini dirancang untuk membekali para penerima manfaat dengan dasar-dasar literasi digital, sehingga mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menciptakan penghidupan yang lebih baik bagi diri mereka sendiri, keluarga mereka, dan masyarakat," imbuh Dubes Jenkins.

Bagi yang tertarik untuk mengikuti dan mempelajari lebih jauh perkembangan bisnis di era digital melalui program ESSENCE dapat mendaftar melalui bit.ly/Daftar-ESSENCE hingga 28 November 2021.

Baca juga: Strategi kolaborasi penting untuk tingkatkan bisnis UMKM

Baca juga: OJK dorong pengembangan ekosistem digital sektor jasa keuangan

Baca juga: Wamenkeu yakin UMKM jadi tonggak pemulihan ekonomi Indonesia

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jelang KTT G20 di Bali, Dubes Inggris tinjau objek wisata mangrove

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar