Himki: Industri mebel dan kerajinan RI berpotensi pimpin pasar ASEAN

Himki: Industri mebel dan kerajinan RI berpotensi pimpin pasar ASEAN

Perajin menyelesaikan pembuatan mebel di kawasan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (23/8/2021). Data Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) menyebutkan ekspor mebel dan kerajinan Indonesia tercatat mencapai 1,687 miliar dolar AS pada semester I tahun 2021 atau naik 35,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj.

saat ini industri mebel dan kerajinan tetap eksis dan menghasilkan devisa bagi negara di saat industri lain terkena imbas krisis. Industri ini kuat karena didukung oleh kandungan lokal yang cukup besar
Jakarta (ANTARA) - Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Abdul Sobur mengatakan bahwa industri mebel dan kerajinan Indonesia berpotensi memimpin di kawasan ASEAN jika dikelola secara baik.

"Dengan ketersediaan bahan baku hasil hutan yang melimpah, sumber daya manusia yang terampil dalam jumlah besar, industri ini bisa menjadi industri yang tangguh," kata Sobur lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Sobur menyampaikan industri mebel dan kerajinan sangat penting sebagai bantalan ekonomi yang kuat pada saat kondisi ekonomi tengah terhimpit, salah satunya karena dampak pandemi COVID-19.

Industri mebel dan kerajinan, lanjut Sobur, bisa menjadi jalan keluar negara dalam penyerapan tenaga kerja.

"Sebab sampai saat ini industri mebel dan kerajinan tetap eksis dan menghasilkan devisa bagi negara di saat industri lain terkena imbas krisis. Industri ini kuat karena didukung oleh kandungan lokal yang cukup besar," ujar Sobur.

Diketahui, ekspor mebel dan kerajinan Indonesia mencatat kinerja positif di tengah pandemi global, dengan lonjakan ekspor sebesar 35,41 persen pada semester I tahun ini, terutama ke pasar Amerika Serikat (AS).

Pada semester I-2021 ekspor mebel dan kerajinan mencapai 1,687 miliar dolar AS, naik 35,41 persen dibandingkan periode yang sama 2020 sebesar 1,246 miliar dolar AS, dengan kenaikan ekspor terbesar pada produk mebel sebesar 39,98 persen dan produk kerajinan naik 24,87 persen.

Naiknya permintaan dari AS itu merupakan pengaruh positif dari kebijakan stimulus fiskal di negara tersebut, yang mendongkrak pendapatan rumah tangga dan mendukung pengeluaran yang berkelanjutan untuk semua barang.

Baca juga: Ekspor mebel dan kerajinan melonjak 35,41 persen di tengah pandemi
Baca juga: HIMKI: Industri mebel dan kerajinan tetap tumbuh, ekspor naik
Baca juga: Asosiasi industri mebel minta pemerintah bentuk Bulog khusus rotan


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar