Jubir COVID-19 minta masyarakat turut cegah gelombang ketiga pandemi

Jubir COVID-19 minta masyarakat turut cegah gelombang ketiga pandemi

Tangkapan layar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro dalam siaran pers daring, Jumat (26/11/2021). (ANTARA/Sanya Dinda)

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat turut dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya gelombang ketiga kasus positif COVID-19.

"Tetap taat protokol kesehatan, terutama lima M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas," kata Reisa dalam siaran pers daring di Jakarta, Jumat.

Ia juga meminta masyarakat yang belum divaksin atau baru menerima vaksin dosis pertama untuk segera melengkapinya.

Baca juga: 88,76 juta jiwa telah mendapatkan vaksin dosis kedua

"Vaksinasi menekan angka kematian dan perawatan rumah sakit turun drastis sejak vaksinasi gencar dilakukan di seluruh dunia. WHO menjelaskan bahwa fungsi vaksin tidak hanya diukur dari efikasi, namun dari kemampuan vaksinasi memberikan memori pada sel tubuh kita untuk selalu membangun benteng pertahanan atau imunitas setiap kali virus yang sama datang menyerang," katanya.

Pemerintah akan berusaha mendorong cakupan vaksinasi dimana saat ini sudah 44,7 persen dari 208 juta sasaran vaksinasi yang telah disuntik lengkap. Namun demikian, pemerintah menargetkan akan terus meningkatkan capaian ini sampai dengan 70 persen pada 31 Desember 2021 sebelum tahun berganti.

"Vaksin yang sudah kita terima hampir 360 juta dan jutaan lainnya tetap berdatangan termasuk pada akhir pekan ini," imbuhnya.

Ia berharap Indonesia tidak lagi mengalami kenaikan kasus COVID-19. Karena saat gelombang kedua, jumlah kasus positif sempat tercatat 56 ribu dalam satu hari dengan kasus aktif lebih dari setengah juta.

Baca juga: Pengetatan mobilitas Natal-Tahun Baru cegah lonjakan COVID-19

Baca juga: Reisa: Penting saling menyadarkan protokol kesehatan COVID-19


Pada saat itu kecukupan tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) pun sempat mencapai 80 persen dan positivity rate atau persentase orang yang positif dari tes COVID-19 harian lebih dari 10 persen.

"Namun, dengan mobilitas yang diturunkan sampai 30 persen, pengetatan protokol kesehatan seperti pemakaian masker ganda, dan pengurangan kapasitas ruang publik sampai dengan hanya maksimum 25 persen dari batas maksimum, kita berhasil melewati itu semua dan mencatat indikator kasus harian di bawah 400 kasus di tujuh hari terakhir, angka kematian di bawah 0,1 persen, dan BOR di angka 3 persen," ucapnya.

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ternate targetkan 21.000 anak terima vaksin COVID-19 dalam sebulan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar