counter

Tim Seven Summit Tatap Pendakian Kelima

Tim Seven Summit Tatap Pendakian Kelima

Ilustrasi Pendakian Gunung Mckinley (usarak.army.mil)

Jakarta (ANTARA News) - Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia (Seven Summits) menatap pendakian kelima dari tujuh pendakian yang direncanakan yaitu ke puncak tertinggi di Alaska, Amerika Serikat yaitu Puncak Denali/Mc Kinley (6.194 mdpl).

Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan lima pendaki utama yaitu Ardeshir Yaftebbi, Fajri Al Luthfi, Martin Rimbawan, Nurhuda dan Iwan Irawan bersama dengan tim pendukung akan berangkat 22 April dan pulang ke Tanah Air, 28 Mei.

"Kami berangkat lebih awal. Sebelum melakukan pendakian kami akan melakukan kursus pendakian terlebih dahulu. Yang jelas proses pendakian ini lebih panjang dibandingkan empat pendakian sebelumnya," kata Ketua Tim Pendakian Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia, Ardeshir Yaftebbi saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa.

Menurut dia, untuk mempersiapkan mental maupun fisik sebelum mendaki puncak tertinggi di Kutub Utara itu pihaknya telah melakukan latihan maksimal sejak awal Januari diantaranya di Tebing Parang, Desa Sukamulya Purwakarta Jawa Barat, Taman Nasional Gunung Halimun-Salak dan di Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Dipilihnya Tebing Parang, kata dia, bukan tanpa alasan, diantaranya adalah lokasi tersebut merupakan bukit tertinggi di Jawa Barat. Latihan di lokasi tinggi salah satu tujuannya adalah untuk mengatasi rasa takut diketinggian dan untuk latihan beban.

"Selain itu membiasakan diri dalam ketinggian, kami juga harus fokus pada mental dan fisik. Puncak Denali adalah puncak paling ekstrem dan berbahaya serta cuacanya sering tiba-tiba berubah," katanya menambahkan.

Pada awalnya, tim "7 Summits Indonesia" terdiri atas enam pendaki, namun satu-satunya pendaki wanita Gina Apriani, gagal mencapai puncak Aconcagua setelah mengalami muntah darah sehingga tidak bisa melanjutkan perjuangan.

Dengan gagalnya Gina Apriani naik ke Puncak Aconcagua, sesuai dengan aturan yang ditetapkan sebelumnya maka pendaki itu tidak bisa mengikuti lagi dalam pendakian dengan alasan misi untuk mencapai tujuh puncak dunia tidak tercapai.

"Kalau nanti memang ada yang gagal lagi, berarti tidak bisa lagi melanjutkan pendakian ke puncak berikutnya. Yang terpenting saat ini ada diantara kami yang sukses mencapai seluruh tujuh puncak tertinggi di dunia," kata Ardeshir menegaskan.

Untuk melakukan pendakian ke Puncak Denali, Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia tersebut akan bekerjasama dengan American Alpine Institute dari AS. Mereka akan mengatur manajemen pendakian, menentukan jalur dan juga membantu peralatan yang dibutuhkan.

Pendakian puncak kelima dari tujuh puncak tertinggi di dunia yang telah diagendakan tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar 100.000 dolar AS (Rp900 juta), dengan komponen terbesar untuk biaya transportasi dan membeli peralatan.

Adapun empat puncak tertinggi yang sudah berhasil dicapai adalah Puncak Cartenz (4.884 mdpl) di Papua, Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Tanzania, Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia dan Aconcagua di Argentina. Selain Puncak Denali, dua petualangan terakhir mereka adalah mencapai puncak Vinson Massif (4.897mdpl) di Kutub Utara dan terakhir atap dunia Puncak Everest (8.848 mdpl) di Himalaya.(*)
(T.B016/T009)

Wisata dan pendakian merapi ditutup

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar