Kementerian ESDM raih pujian pembangunan energi berbasis lingkungan

Kementerian ESDM raih pujian pembangunan energi berbasis lingkungan

Ilustrasi - Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menggunakan panel surya untuk menghasilkan listrik. ANTARA/HO-Kementerian ESDM.

Semoga ini menjadi stimulus replikasi dan dijadikan best practice bagi pengelolaan gedung-gedung lainnya, tak hanya di lingkup Kementerian ESDM saja, namun lebih luas lagi ke berbagai sektor
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam meraih dua penghargaan terkait pembangunan energi berbasis lingkungan hidup dari Waste4Change dan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI).

"Semoga ini menjadi stimulus replikasi dan dijadikan best practice bagi pengelolaan gedung-gedung lainnya, tak hanya di lingkup Kementerian ESDM saja, namun lebih luas lagi ke berbagai sektor," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Sabtu.

Agung menjelaskan penghargaan dari Waste4Change merupakan bukti kepada masyarakat atas rencana aksi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM dalam menerapkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berupaya mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.

"Kami memastikan untuk meminimalisir timbunan limbah internal serta penggunaan kemasan ramah lingkungan untuk meningkatkan nilai daur ulang," ujarnya.

Adapun dari sisi penerapan energi efisensi dan konservasi, Gedung Chairul Saleh milik Kementerian ESDM juga didesain dengan konsep Green & Healthy Building, geometri bangunan menghadap Utara-Selatan, dan memanfaatkan pencahayaan alami.

Selain itu, desain yang dipakai juga menyediakan bukaan ventilasi di sekeliling bangunan, serta dikelilingi dengan pepohonan yang berfungsi melindungi bangunan dari sinar matahari langsung dan mengurangi pencemaran udara.
  "Ini membuat pengguna gedung Kementerian ESDM dapat meningkatkan produktivitas, kesejahteraan dan kualitas udara dalam ruangan yang sehat," kata Agung.

Lebih lanjut dia menambahkan Gedung Chairul Saleh juga telah mengimplementasikan Program Manajemen Energi sejak 2016 dan menerapkan ISO 50001: 2018 tentang sistem manajemen energi.

Pola operasional bangunan yang didasarkan pada Green Operation & Maintenance menciptakan sistem operasional yang baik didukung dengan penggunaan energi terbarukan dan building automation system (BAS) untuk menjalankan peralatan listrik.

Melalui dua penghargaan ini, Agung berharap bisa menjadi inspirasi bagi instansi lain dalam memprioritaskan pembangunan energi berbasis lingkungan.

Baca juga: Kementerian ESDM raih Anugerah Layanan Investasi Terbaik 2021

Baca juga: Kementerian ESDM: Pemanfaatan energi bersih 0,3 persen dari potensi

 

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar