Pengamat: Perlu sinergi antara Ubhara-Polri bentuk Fakultas Kedokteran

Pengamat: Perlu sinergi antara Ubhara-Polri bentuk Fakultas Kedokteran

Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing. ANTARA/HO-Emrus Sihombing

Universitas ini mempunyai hubungan historis dan sosiologis dengan Institusi Polri dalam mewujudkan peningkatan jumlah SDM.
Jakarta (ANTARA) - Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mendorong kerja sama antara Universitas Bhayangkara (Ubhara) dengan Polri untuk membentuk Fakultas Kedokteran guna mengekspansi pelayanan kesehatan di bawah institusi kepolisian.

“Mengingat banyaknya fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Institusi Polri di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pada masa yang akan datang pelayanan kesehatan diharapkan dapat lebih mudah berekspansi,” kata Emrus dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Minggu.

Menurut Emrus, ekspansi pelayanan kesehatan di bawah Institusi Polri akan lebih mudah terwujud apabila Polri dapat menghasilkan sendiri tenaga dokter melalui kerja sama dengan Universitas Bhayangkara, khususnya melalui pendirian Fakultas Kedokteran.

“Mengapa Universitas Bhayangkara. Universitas ini mempunyai hubungan historis dan sosiologis dengan Institusi Polri dalam mewujudkan peningkatan jumlah sumber daya manusia (SDM) di Institusi Polri,” katanya menjelaskan.
Baca juga: Pakar: Kritik pemerintah harus disertai solusi


Dengan demikian, guna meningkatkan jumlah tenaga dokter umum dan dokter spesialis yang akan bekerja di bawah institusi Polri, akan sangat ideal apabila Universitas Bhayangkara melakukan kerja sama dengan institusi Polri untuk membuka Fakultas Kedokteran.

Ia meyakini bahwa sinergisitas antara Universitas Bhayangkara dan Institusi Polri akan memberikan sumbangsih terhadap bangsa dan negara dalam bidang kesehatan melalui peningkatan pelayanan kesehatan terhadap anggota Polri secara khusus dan masyarakat secara umum pada masa-masa mendatang.

“Untuk itu, sangat produktif dan berkesinambungan jika Kapolri, pada tahun kedua masa jabatannya, kelak dapat membuat kerja sama dengan Universitas Bhayangkara mendirikan Fakultas Kedokteran,” ujar Emrus.

Terkait dengan pelayanan kesehatan, dikutip dari laman resmi Divisi Humas Polri, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel secara resmi membuka pendidikan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana Khusus (SIPSS Sus) Dokter Spesialis dan Dokter Umum.

Upacara pembukaan yang digelar di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (27/8) ini diikuti 202 peserta didik (serdik) yang terdiri 48 dokter spesialis dan 154 dokter umum. Usai menjalankan pendidikan, para serdik kemudian dilantik oleh Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono pada Senin (25/10).

“Saat ini, perwira baru dokter spesialis dan dokter umum sebanyak lebih dari dua ratus orang tersebut telah ditempatkan di berbagai fasilitas kesehatan di bawah institusi Polri di seluruh Indonesia. Saya harap, hal ini mampu meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan kontribusi di dalam penanganan COVID-19,” kata Emrus.
Baca juga: Kemenko Perekonomian gandeng UI dan UPH siapkan Presidensi G20 RI
Baca juga: Rektor : Alumnus harus ikut bangun bangsa

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Lawan varian Omicron dengan vaksinasi booster

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar