Kasus COVID-19 mulai bertambah, warga Kupang-NTT diingatkan waspada

Kasus COVID-19 mulai bertambah, warga Kupang-NTT diingatkan waspada

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Setda Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ernest Ludji (FOTO ANTARA/ Benny Jahang)

Kasus COVID-19 di Kota Kupang mulai meningkat dengan adanya penambahan lima kasus aktif positif COVID-19
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengingatkan warga daerah itu agar mulai waspada terhadap penularan kasus COVID-19 yang cenderung mulai meningkat di daerah ini.

"Kasus COVID-19 di Kota Kupang mulai meningkat dengan adanya penambahan lima kasus aktif positif COVID-19," kata Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Setda Kota Kupang, Ernest Ludji di Kupang, Minggu.

Ia mengatakan berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan Kota Kupang Minggu (28/11) ada penambahan lima kasus aktif COVID-19 di kota Kupang sehingga total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mengalami penambahan menjadi 15.460 orang.

"Kasus COVID-19 mulai naik lagi di Kota Kupang dengan penambahan lima kasus baru COVID-19 sehingga perlu ada kewaspadaan semua warga Kota Kupang terhadap potensi penularan COVID-19," katanya.

Menurut dia warga Kota Kupang yang masih dalam perawatan medis saat ini mencapai 31 orang terdiri dari 21 orang melakukan perawatan isolasi mandiri di rumah dan 10 orang melakukan perawatan di rumah sakit.

Dia menjelaskan ke-31 warga itu merupakan warga Kecamatan Alak empat orang, Kecamatan Kelapa Lima, Kecamatan Kota Lama dan Kecamatan Kota Raja masing-masing lima orang terkonfirmasi positif COVID-19 dan Kecamatan Maulafa ada tiga orang.

Sementara di Kecamatan Oebobo memiliki sembilan orang warga yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Iai menambahkan warga Kota Kupang yang sudah sembuh dari infeksi virus Corona mencapai 15.096 orang.

"Melihat adanya kecendrungan bertambahnya kasus COVID-19 maka warga untuk selalu tetap disiplin dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Jangan lengah dan tetap menggunakan masker, hindari kerumuman dan menjaga jarak serta membatasi mobilitas dan mencuci tangan secara teratur setelah melakukan aktifitas," demikian Ernest Ludji.

Baca juga: 12 kelurahan di kota Kupang masih ada warga positif COVID-19

Baca juga: 1,8 juta orang di NTT belum divaksin

Baca juga: Wamen LHK: TWA dan TN harus terapkan prokes COVID-19 ketat




 

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BMKG Ternate: Gempa M7,4 tidak terasa di Malut

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar