Medan (ANTARA News) - Sekitar 1.000 warga Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat mengikuti misa di Gereja Katedral di Jalan Pemuda Medan dalam rangka memperingati wafat Yesus Kristus 2011.

Misa yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB itu dipimpin Pastur Pembantu Katedral Medan Pendeta Prasetyo Laurensius.

Dalam khutbahnya, Pendeta Prasetyo Laurensius mengajak umat Kristiani untuk meniru sikap Yesus Kristus yang tahan terhadap terhadap berbagai ujian dan kesengsaraan.

Dengan sikap tersebut, umat manusia akan memiliki keikhlasan, sekaligus semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.

"Dengan kesengsaraan ada ketekunan yang memunculkan sikap tahan uji. Dengan ketahanan terhadap ujian, muncul harapan," katanya.

Proses misa yang mendapatkan pengaman dari sejumlah personel kepolisian dan aparatur pemerintahn setempat itu berakhir sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Seksi Keamanan Gereja Katedral Medan Erwin Yapen mengatakan, proses misa itu akan berlanjut hingga Minggu (24/4).

Sedangka untuk hari itu, proses misa akan dilanjutkan pada pukul 15.00 WIB sebagai bentuk "Misa Agung" yang diperkirakan akan diikuti jemaat yang lebih banyak.

"Itu untuk memperingati puncak penderitaan Yesus Kristus," katanya.

Proses misa tersebut mendapatkan pengamanan dari delapan personel Polresta Medan dan tujuh personel Polsekta Medan Kota.

"Berlangsung terus hingga Minggu," kata Kepala Tim Pengamanan Aiptu Suharto.

Sementara itu, kebaktian di Gereja HKBP Uskup Agung Medan diikuti sekitar 400 jemaat, salah satunya Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sahala Allagan.

Proses kebaktian di Gereja HKBP Uskup Agung Medan tersebut dipimpin Pendeta Sondang Hutahaean, STh.

(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011