Status Gunung Ile Werung naik jadi waspada

Status Gunung Ile Werung naik jadi waspada

Seorang pria berpose dengan latar belakang gunung Ile Werung di Kabupaten Lembata. ANTARA/Ho-Antonio Nitano

Kupang (ANTARA) - Gunung Api Ile Werung di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan aktivitas dari level I atau normal menjadi level II atau waspada setelah terjadi erupsi atau bualan di gunung api bawah laut Gunung Hobal.

"Hari ini, Senin, secara visual terjadi peningkatan aktivitas vulkanik kompleks di gunung api Ile Werung meskipun secara kegempaan belum teramati peningkatan signifikan," kata Kepala Badan Geologi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) Andiani dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin sore.

Namun, walaupun secara kegempaan belum teramati peningkatan signifikan, Ia mengatakan terdapat rekaman gempa vulkanik yang mengindikasikan adanya pergerakan magma ke permukaan.

Oleh karena itu meskipun aktivitas saat ini belum tinggi, namun berpotensi diikuti erupsi yang lebih besar jika tekanan magma meningkat secara signifikan.

Baca juga: Erupsi gunung api bawah laut terjadi di perairan Lembata

Baca juga: Warga Lembata diimbau tak percaya info hoaks gunung meletus dasyat


Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas yang terjadi dan teramati di permukaan berupa bualan.

"Namun demikian, aktivitas lain seperti aliran lava mungkin terjadi di bawah laut sekitar 300 meter dari garis pantai," ujar dia.

Berdasarkan data pemantauan terkini, terdapat potensi bahaya berupa aliran lava bawah lauh dan lontaran material di sekitar area bualan.

Andiani menambahkan bahwa dampak yang dapat ditimbulkan aktivitas vulkanik dapat berupa peningkatan muka air laut di sekitar area pusat erupsi.

"Potensi ancaman bahaya lain dapat berupa gas-gas vulkanik beracun seperti CO2, CO dan SO2 di daerah sekitar bualan," kata dia.

Terkait Ile Werung sendiri, letusan terakhir terjadi pada 20 Agustus 2013 yang berpusat di kawah gunung api bawah laut.

Pada saat itu letusan terjadi dengan ketinggian kolom sekitar 2.000 meter dari muka laut diikuti oleh pijaran api di permukaan laut.

Dengan adanya kejadian tersebut masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar pantai, khususnya di sekitar lokasi gunung, atau juga dilarang melaut atau berlayar di sekitar gunung itu.*

Baca juga: Gunung Ili Lewotolok di Lembata kembali erupsi

Baca juga: Antisipasi banjir lahar dingin, warga dua desa di Lembata diungsikan

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar