Medan (ANTARA News) - Kerusakan sebagian besar badan jalan lintas Sumatera dari Kota Medan hingga Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kelihatan semakin parah dan mengancam keselamatan pengendara mobil, sepeda motor yang melintas di lokasi tersebut.

Badan jalan yang berlobang-lobang sering membuat kemacetan di daerah tersebut, ratusan bus dan mobil pribadi, serta sepeda motor harus menunggu berjam-jam lamanya, demikian ANTARA melaporkan Jumat malam.

Kondisi badan jalan yang berlobang itu sebenarnya sudah cukup lama, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda mendapat perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, sehingga bagi pengguna jasa jalan di daerah tersebut rawan kecelakaan.

Karena apabila hujan turun, badan jalan yang berlobang itu tidak kelihatan, sehingga pengendara mobil, sepeda motor banyak yang terperosok karena tidak melihat "kolam kecil" yang berada di tengah jalan tersebut.

Selain itu, mobil-mobil mewah yang melintas di lokasi tersebut cepat mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, masyarakat pengguna jasa transportasi di wilayah Kabupaten Deli Serdang, perlu hati-hati dan selalu waspada, kalau tidak ingin mengalami kecelakaan atau musibah.

Apalagi, penggendara mobil yang melintas pada malam hari, baik yang datang dari arah KOta Medan, maupun sebaliknya dari Kabanjahe, Ibukota Kabupaten Karo.


Sibolangit, Berastagi Rusak Juga

Selain kerusakan badan jalan terdapat di beberapa titik Kecamatan Pancur Batu, juga di wilayah Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang dan Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo atau sekitar 40 Km hingga 65 Km arah Barat Kota Medan.

Kerusakan badan Jalan di Kecamatan Sibolangit itu, yakni tidak berapa jauh dari lokasi pemandian Sembahe.Jalannya berlobang dan badan jalan sudah mulai kelihatan turun.

Bahkan, titik badan jalan yang rusak itu, juga berada di lokasi setelah melewati Bandar Baru.Badan jalannya mendaki dan cukup tajam, hanya kelihatan ditimbun tanah bercampur pasir.

Lokasi ini tampaknya agak rawan kecelakaan, perlu lebih hati-hati.


Sulit Dilalui

Salah seorang pengendara mobil warga Medan, Dasrial Tanjung (48) mengaku, biasanya dalam kecepatan normal, dia bisa menempuh perjalanan menuju ke Kabanjahe, lebih kurang tiga jam lamanya.

Namun, jelasnya, setelah terjadinya kerusakan beberapa titik badan Jalan di Pancur Batu, Sibolangit dan Berastagi, perjalanan memakan waktu empat jam.

"Jadi perjalanan dari Kota Medan menuju Kabanjahe, ditambah lebih kurang satu jam, karena banyak terjadi kemacetan di tengah jalan dan menunggu berjam-jam lamanya," ujar Tanjung.

Selanjutnya dia menjelaskan, dalam menempuh perjalanan menuju Kabanjahe, telah mengetahui titik badan jalan yang rusak parah, dapat membahayakan seperti terperosok dan bahkan bisa juga terbalik.

"Ini perlu diketahui setiap pengendara truk, mobil pribadi dan sepeda motor, sehingga dapat terhindar dari kecelakaan di jalan raya lintas Sumatera itu," katanya. (ANT/K004)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2011