Saham Australia "rebound", kekhawatiran varian baru Omicron mereda

Saham Australia "rebound", kekhawatiran varian baru Omicron mereda

Seorang pria tengah memantau layar utama pergerakan saham Australian Securities Exchange, di Sydney, Australia. ANTARA/REUTERS/am.

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia menguat awal perdagangan Selasa, rebound dari penurunan tajam dalam dua sesi sebelumnya di tengah kekhawatiran atas varian baru virus corona Omicron, dengan sektor perbankan dan penambang mengangkat indeks acuan ke hari terbaiknya sejak awal Oktober.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia terangkat 1,0 persen menjadi diperdagangkan pada 7.310,50 poin pada pukul 23.55 GMT. Indeks acuan telah kehilangan 0,5 persen pada Senin (29/11) setelah penurunan 1,7 persen pada Jumat (26/11).

Namun demikian, indeks acuan telah melemah 0,26 persen sejauh bulan ini, dan berada di jalur kerugian bulanan ketiga berturut-turut.

Saham-saham perbankan kelas berat adalah pendorong utama untuk indeks acuan, menguat sebanyak 1,6 persen karena mata uang lokal pulih dari pukulan ketakutan Omicron.

Pemberi pinjaman Westpac Banking Corp meningkat 1,7 persen, bahkan ketika regulator sekuritas mengajukan enam proses hukuman perdata terhadapnya karena berbagai kegagalan kepatuhan.

Regulator perbankan negara itu setelah jam pasar pada Senin (29/11) menerbitkan seperangkat aturan yang mengharuskan bank untuk menahan lebih banyak modal, yang diperkirakan akan mempengaruhi pinjaman yang disalurkan.

Sektor pertambangan meningkat 1,2 persen setelah kenaikan harga bijih besi. Penambang utama BHP Group, Rio Tinto dan Fortescue Metals Group masing-masing naik antara 0,9 persen dan 2,1 persen.

Saham sektor teknologi naik sebanyak 1,5 persen, mengikuti rebound di Wall Street, karena saham kelas berat Afterpay dan Xero masing-masing menguat 1,0 persen dan 2,6 persen.

Di antara saham-saham perawatan kesehatan, perusahaan biotek CSL Ltd terangkat 1,3 persen dan saham Resmed Inc yang tercatat di ASX bertambah 1,7 persen.

Australia pada Senin (29/11) menunda pembukaan kembali perbatasan internasionalnya setelah melaporkan dua kasus varian Omicron COVID-19 tepat ketika sedang bersiap untuk membuka kembali perbatasannya kepada pemegang visa asing pada 1 Desember.

Di seberang laut Tasman, indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru meningkat 0,74 persen menjadi diperdagangkan di 12.623,98 poin pada pukul 23.42 GMT.

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar