2.000 pohon ditanam Satpol PP DKI untuk hijaukan Jakarta

2.000 pohon ditanam Satpol PP DKI untuk hijaukan Jakarta

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menanam pohon di Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur, Selasa (30/1/2021). ANTARA/Yogi Rachman

Jakarta (ANTARA) - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menanam 2.000 pohon secara serentak untuk menghijaukan wilayah Jakarta termasuk kawasan Kanal Banjir Timur (KBT) Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin yang hadir saat menanam pohon di BKT Jakarta Timur, Selasa, menyatakan gerakan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Baca juga: Marak ranjau paku, Satpol PP DKI gencarkan operasi pembersihan

"Ini program yang diselenggarakan oleh Satpol PP di semua wilayah kota. Hari ini secara serentak kita tanam 2000 pohon untuk ikut serta menghijaukan Jakarta," kata Arifin.

Arifin menambahkan bahwa ada beberapa jenis pohon yang ditanam seperti pohon pelindung dan pohon produktif, seperti durian, jambu, hingga mangga.

"Yang namanya pohon banyak manfaatnya, pohon dapat menyerap air yang turun dalam bentuk hujan karena membutuhkan air," ujar Arifin.

Baca juga: Satpol PP DKI tindak lima kafe pelanggar prokes di Jakarta Utara

Selain bertugas menegakkan peraturan daerah (Perda), Arifin mengatakan Satpol PP juga berperan dalam kegiatan perlindungan terhadap masyarakat.

"Tugas perlindungan masyarakat ini kita coba wujudkan dalam satu program dinamakan dengan Satpol PP Peduli Lingkungan," tutur Arifin.

Arifin berharap kegiatan menanam pohon ini dapat membantu upaya membuat udara Jakarta menjadi lebih segar dan bebas dari polusi kendaraan bermotor.

"Kita peduli untuk terus menjaga supaya udara Jakarta yang segar dan baik sehingga masyarakat tetap sehat," ucap Arifin.

Baca juga: Satpol PP DKI awasi ruas jalan Jakarta agar terbebas dari ranjau paku

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Satpol PP Kalteng bubarkan kerumunan pelajar saat jam sekolah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar