Sri Mulyani: Pemerintah bersinergi tingkatkan produksi minyak RI

Sri Mulyani: Pemerintah bersinergi tingkatkan produksi minyak RI

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersiap memberikan keterangan pers usai penyerahan Daftar Isi Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2022 oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/11/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

Kementerian ESDM baru-baru ini berdiskusi dengan Kemenkeu untuk mencoba melihat perbaikan dari segi fiskal
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersinergi untuk meningkatkan produksi minyak yang saat ini terus menurun.

“Kementerian ESDM baru-baru ini berdiskusi dengan Kemenkeu untuk mencoba melihat perbaikan dari segi fiskal,” kata Sri Mulyani dalam acara 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 di Jakarta, Selasa.

Sri Mulyani mengatakan produksi minyak dan gas yang terus menurun akan menciptakan kesenjangan permintaan yang semakin lebar sehingga perlu segera diatasi agar tidak berdampak pada neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan.

Oleh sebab itu, Sri Mulyani mengatakan dukungan berupa perbaikan dari segi fiskal perlu disediakan untuk memberikan kebijakan dan reformasi yang komprehensif terkait dengan pemulihan biaya, gross split dan perpajakan.

Di sisi lain, Sri Mulyani menuturkan dukungan untuk menaikkan produksi minyak nasional tidak hanya harus dilakukan dari sisi fiskal saja melainkan juga peningkatan investasi di industri hulu migas.

Selain itu, dalam meningkatkan produksi minyak turut dibutuhkan adanya kepastian kontrak industri, efisiensi dan pemanfaatan teknologi sekaligus transparansi tata pemerintahan yang baik.

Hal ini terkait minyak yang merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui dan pasti akan habis sehingga pemerintah perlu memikirkan terkait ketersediaannya bagi generasi berikutnya.

Terlebih lagi, Sri Mulyani mengatakan terdapat 95 cekungan baru yang potensial dalam menghasilkan minyak dan belum digarap oleh industri sehingga dapat menjadi satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan minyak.

“Kita ambil dari bumi dan kita berutang kepada generasi berikutnya. Jadi kita harus dapat terus mengelola dan membangun kerangka kebijakan yang kuat dan andal,” ujarnya.

Baca juga: Indonesia harus tingkatkan produksi migas untuk hindari krisis energi
Baca juga: Produksi minyak Indonesia tersisa 9,7 tahun lagi
Baca juga: Sri Mulyani: Pemulihan ekonomi 2022 dibarengi munculnya risiko baru


 

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sektor migas masih topang ekonomi Riau di 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar