Dinkes DKI minta masyarakat lengkapi imunisasi dasar anak

Dinkes DKI minta masyarakat lengkapi imunisasi dasar anak

Tangkapan layar - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia dalam seminar vaksinasi COVID-19 dan vaksinasi anak di Jakarta, Selasa (30/11/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Jakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta masyarakat melengkapi imunisasi dasar khususnya kepada anak usia 6-11 tahun sebagai persiapan sebelum vaksinasi COVID-19.

"Lengkapi segera vaksinasi dasar," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia dalam seminar vaksinasi COVID-19 dan vaksinasi anak di Jakarta, Selasa.

Saat pandemi COVID-19, pihaknya tetap mengejar vaksinasi dasar yang rutin menjadi program pemerintah untuk memastikan kesehatan anak terjaga.

"Jangan sampai mereka menjadi rentan akibat sakit lain yang bisa dicegah dengan vaksinasi karena orang tua lupa untuk melengkapi vaksinasi anak-anak. Jadi vaksinasi rutin saat pandemi COVID-19 ini pun tetap harus dikejar," katanya.

Adapun vaksinasi dasar tersebut yakni untuk bayi usia nol hingga 11 bulan, wajib mendapatkan imunisasi dasar di antaranya tuberkulosis, difteri, pertusis dan tetanus (DPT), polio, hingga campak rubella.

Kemudian anak usia 18 hingga 24 bulan wajib mendapatkan imunisasi lanjutan DPT dan campak rubella.

Selanjutnya, imunisasi untuk anak sekolah dasar yakni mendapatkan imunisasi campak rubella dan Difteri dan Tetanus (DT) untuk anak kelas satu SD/Madrasah Ibtidaiyah dan imunisasi tetanus difteri (Td) pada anak kelas dua dan lima SD.

Baca juga: DKI Jakarta terapkan BIAS HPV pada anak perempuan usia sekolah dasar
Baca juga: KPAI dorong Jakarta miliki Registrasi Imunisasi Regional


Tak hanya itu, DKI Jakarta juga memberikan vaksinasi untuk mencegah kanker serviks khusus kepada anak perempuan kelas lima SD dan dilanjutkan saat kelas enam SD yang dilakukan sejak 2016.

"Cakupan (vaksinasi kanker serviks) sejak 2016 sampai 2019 cukup tinggi 90 persen dan bisa kami kejar pada 2020 hingga 2021 bisa kami tingkatkan lagi tidak hanya sekolah negeri tapi juga swasta dan sekolah berbasis agama," katanya.

Dwi yang akrab disapa Lies itu menambahkan, vaksinasi dasar pada bayi dan lanjutan usia 18-24 bulan tercatat tinggi dengan rata-rata pada 2020 mencapai kisaran hingga 99 persen.

Sedangkan vaksinasi lanjutan untuk anak SD akan digenjot melalui Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas setelah sebelumnya sempat terkendala PTM jarak jauh akibat pandemi COVID-19.

"Dengan PTM kami bisa kejar ketertinggalan memberikan vaksinasi lanjutan anak SD kelas satu, dua, lima dan enam supaya antibodi anak bisa dipertahankan tinggi dan kurangi risiko penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tidak hanya COVID tapi ada penyakit lain," kata Lies.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar