Bupati Morut instruksikan dinas kembangkan budi daya jagung dan nilam

Bupati Morut instruksikan dinas kembangkan budi daya jagung dan nilam

Bupati Morut dr. Delis Julkarson Hehi. ANTARA/Media Center Pemkab Morut.

peran penyuluh lapangan sangat penting
Morowali Utara (ANTARA) - Bupati Morowali Utara (Morut) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dr. Delis Julkarson Hehi menginstruksikan Dinas Pertanian mengembangkan budi daya jagung dan nilam untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Menurut Delis tak semua masyarakat di Morowali Utara bekerja di sektor tambang banyak juga yang menggantungkan hidupnya dari bercocok tanam dan menangkap ikan. 

"Saya harap masyarakat yang bekerja di luar sektor tambang seperti petani dan nelayan juga harus menikmati dampak dari hadirnya industri raksasa itu (perusahaan tambang). Jangan sampai mereka semakin miskin. Kalau inflasi naik tetapi penghasilan petani tetap, maka mereka akan semakin miskin,"katanya di Morowali Utara, Selasa.

Oleh sebab itu, ia telah memerintahkan Dinas Pertanian untuk fokus pada kegiatan budi daya terutama komoditas jagung dan nilam yang tengah diupayakan menjadi komoditas andalan dan unggulan Kabupaten Morowali Utara.

Harapannya dengan fokus budi daya jagung dan nilam itu akan membuat kehidupan petani lebih sejahtera ke depannya, jelas Delis.

"Makanya peran penyuluh lapangan sangat penting, terutama Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP). Harus tau betul apa itu jagung dan nilam,"ujarnya.

Agar pengembangan komoditas tersebut berhasil, lanjutnya, maka penyuluh harus paham betul seluk beluk budidaya komoditas itu mulai dari pembibitan, melindungi tanaman dari serangan penyakit atau hama, sampai pasca panen.

Begitu juga penyuluh nilam. Ia tidak ingin yang terjadi sebaliknya, justri penyuluh yang malah berguru ke petani.

"Terkait harga di pasaran, dalam percakapan saya dengan beberapa investor, saya minta mereka agar menyepakati kontrak harga dengan petani. Hal ini dimaksudkan agar ada kepastian harga termasuk jika sedang panen raya,"terangnya.

dr. Delis menjelaskan memilih dua komoditas tersebut berdasarkan hasil penelitian dengan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai kandungan tanah dan pemetaan kondisi wilayah di sektor pertanian di Kabupaten Morut.

Hasilnya tanah di wilayah Morut sangat cocok ditanami dua komoditas itu dan diyakini kualitas jagung dan nilam akan sangat bagus jika ditanam di sana.
Baca juga: Jagung dan nilam diupayakan tingkatan kesejahteraan petani Morut
Baca juga: Menristek: Riset perguruan tinggi tingkatkan ekonomi masyarakat lokal
Baca juga: Atsiri Research Center kembangkan hilirisasi riset minyak nilam


Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wapres: Persoalan lahan huntap di Palu segera selesai akhir Februari

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar