Saham Jepang berakhir turun, Moderna picu ketakutan atas virus Omicron

Saham Jepang berakhir turun, Moderna picu ketakutan atas virus Omicron

Pejalan kaki melintas di depan layar elektronik pergerakan Indeks Nikkei di Bursa Efek Tokyo, Jepang, Senin (4/1/2021). ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/am.

Tokyo (ANTARA) - Saham-saham Jepang berakhir turun untuk sesi ketiga berturut-turut pada Selasa, setelah kepala eksekutif Moderna mengatakan kepada Financial Times bahwa vaksin COVID-19 ada kemungkinan akan jauh kurang efektif dalam mengatasi Omicron daripada varian sebelumnya.

Indeks acuan Nikkei 225 Di Bursa Efek Tokyo (TSE) anjlok 1,63 persen atau 462,16 poin menjadi menetap di 27.821,76 poin, mencapai level terendah sejak 7 Oktober dan menghapus kenaikan awal yang dipicu harapan bahwa dampak Omicron mungkin tidak separah yang ditakutkan. Indek acuan terperosok 5,7 persen dalam tiga sesi terakhir.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas kehilangan 1,03 persen atau 20,13 poin ke level terendah tiga bulan di 1.928,35 poin, tergelincir lebih jauh di bawah rata-rata pergerakan (MA) 200-hari yang diawasi ketat.

Baca juga: Saham Jepang "rebound", berharap Omicron tak seperti yang ditakutkan

Kedua indeks menghapus kenaikan awal yang besar dan kuat mereka setelah Financial Times melaporkan bahwa kepala pembuat obat Moderna mengatakan vaksin COVID-19 tidak mungkin efektif terhadap varian baru virus corona Omicron seperti terhadap varian sebelumnya.

Resistensi vaksin dapat menyebabkan lebih banyak penyakit dan rawat inap serta memperpanjang pandemi.

Beberapa pengelola dana juga menunjukkan pasar rentan karena ketakutan inflasi mendorong bank-bank sentral di seluruh dunia untuk mengurangi stimulus mereka.

"Laporan tentang vaksin itu hanya pemicu dan alasan yang dangkal. Masalah sebenarnya adalah penarikan kelebihan likuiditas. Pesta sudah berakhir," kata Yasuo Sakuma, kepala investasi di Libra Investments.

Baca juga: Nikkei ditutup jatuh terendah 1,5 bulan, tertekan kekhawatiran Omicron

Pembuat mobil termasuk di antara yang paling terpukul meskipun tanda-tanda kekurangan chip mereka mereda, karena yen menguat akibat pembelian safe-haven.

Nissan Motor anjlok 5,2 persen, sementara Mitsubishi Motors jatuh 4,4 persen dan Toyota melemah 0,6 persen.

Saham-saham siklikal seperti pembuat baja juga menderita, dengan indeks pembuat baja Topix kehilangan 2,4 persen menjadi sektor dengan kinerja terburuk, diikuti oleh penurunan 1,9 persen pada perusahaan pelayaran.

Pasar juga dibebani oleh penjualan bersih, diperkirakan sekitar 200 miliar yen, dari akun pasif yang melacak MSCI karena 15 saham Jepang akan dihapus dari indeks MSCI, sementara hanya dua yang akan ditambahkan.

Sementara itu, beberapa saham terkait perjalanan yang terpukul bertahan. Indeks Transportasi Darat TSE terutama terdiri dari operator kereta api naik 0,5 persen, dengan Keio terangkat 2,4 persen dan East Japan Railway menguat 1,9 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar