Inggris: Sejauh ini tidak ada indikasi gelombang Omicron

Inggris: Sejauh ini tidak ada indikasi gelombang Omicron

Para calon penumpang antre di bagian lapor diri Maskapai Penerbangan Virgin Atlantic dan Delta Air yang akan menuju ke Amerika Serikat di Terminal 3, Bandara Internasional Heathrow, London, Inggris, Senin (8/11/2021). Amerika Serikat mengizinkan masuk warga negara asing dari 26 negara yang sudah divaksinasi COVID-19 secara penuh via jalur udara maupun darat mulai 8 November 2021. ANTARA FOTO/REUTERS/Henry Nicholls/wsj.

Kami tidak menjumpai lonjakan yang signifikan dari kasus normal 1 dalam 1000 yang biasanya kami alami. Sehingga kami tidak melihat lonjakan itu saat ini.
London (ANTARA) - Kepala Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) Jenny Harries pada Selasa mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada tanda-tanda lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron,  seraya menyebutkan tidak ada penambahan proporsi tes yang berbeda dari Delta.

Menurut Harries, ada lima kasus COVID-19 varian Omicron yang dikonfirmasi di Inggris dan 10 kasus "yang sangat berpotensi". Namun, tidak ada sinyal peningkatan dalam "kegagalan target gen-S" pada tes PCR di Inggris, yang menjadi karakteristik Omicron.

"Segera di seluruh negeri kami memperhatikan...kegagalan gen S, yang merupakan semacam langkah proksi," kata Harries kepada radio BBC. Kasus kegagalan target gen-S kemudian dapat diprioritaskan untuk pengurutan genom secara menyeluruh.

"Kami tidak menjumpai lonjakan yang signifikan dari kasus normal 1 dalam 1000 yang biasanya kami alami. Sehingga kami tidak melihat lonjakan itu saat ini."

Sumber: Reuters

Baca juga: Kasus varian Omicron Prancis ditemukan di Pulau La Reunion
Baca juga: Varian Omicron kemungkinan sudah menyebar di Prancis

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Satgas COVID-19 ajak masyarakat tidak berpergian ke luar negeri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar