Kominfo rilis "game rating" cegah dampak buruk gim pada anak

Kominfo rilis "game rating" cegah dampak buruk gim pada anak

Ilustrasi - Orang tua mendampingi anak saat mengakses gim digital. ANTARA/HO-Pexels.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghadirkan pemeringkat game, Indonesia Game Rating System (IGRS), guna mencegah dampak buruk dari permainan daring.

Rating Game dalam IGRS mengacu pada kesesuaian antara konten dalam gim dengan kelompok usia pengguna.

“Banyaknya jenis gim yang bermunculan membuat orang tua harus bijak memilih gim yang bisa dimainkan anak sesuai dengan usianya. Untuk mendampingi orang tua dalam menjalankan perannya Kementerian Kominfo telah meluncurkan IGRS. Hingga kini Kementerian Kominfo terus menggiatkan pentingnya pemahaman memainkan gim sesuai usia anak,” ujar Koordinator Business Matchmaking Kementerian Kominfo Luar Sihombing dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

IGRS dirancang sebagai program yang bertujuan meningkatkan industri gim Indonesia sehingga bisa menjadi ekosistem yang sehat dan optimal.

Menurut Luat, IGRS dapat memberikan informasi terkait pengklasifikasian permainan interaktif elektronik (PIE), berdasarkan kategori konten gim dan usia pengguna.

Rating game dapat menjadi acuan oleh orang tua dan para pemain gim untuk mengetahui konten dan unsur yang ada dalam sebuah permainan.

IGRS terdiri dari lima klasifikasi rating game mulai dari kategori “Untuk usia 3 tahun ke atas” hingga “Semua Usia”.

Dimulai dari klasifikasi pertama yaitu “Usia 3 tahun ke atas” artinya gim tersebut tidak mengandung konten yang mengkhawatirkan.

Namun orang tua tetap bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan dan mendampingi anak saat anak sedang mengakses gim tersebut.

Klasifikasi kedua adalah “Usia 7 tahun ke atas” artinya game yang dimainkan berpotensi mengandung unsur darah.

Pengawasan dan bimbingan orang tua masih tetap dibutuhkan anak pada saat bermain gim tersebut.

Pada klasifikasi ketiga, IGRS memasukkan klasifikasi “Usia 13 tahun ke atas” yang berarti gim berpotensi mengandung unsur kekerasan dan tetap membutuhkan pendampingan orang tua.

Klasifikasi keempat adalah gim “Usia 18 tahun ke atas” selain mengandung konten kekerasan, gim itu berpotensi mengandung unsur darah dan horor.

Anak sangat perlu didampingi oleh orang tua dan harus diawasi ketika mengakses gim ini.

Terakhir kategori yang paling ramah atau “Semua Umur”. Artinya gim bersangkutan dapat dimainkan oleh seluruh kelompok pengguna dari berbagai usia.

Gim itu umumnya tidak mengandung unsur darah, kekerasan, maupun horor.


Baca juga: LightCON luncurkan situs teaser untuk game ‘Rise of Stars’

Baca juga: Pengedar serial "Squid Game" dijatuhi hukuman mati di Korea Utara

Baca juga: "Hellbound" geser posisi "Squid Game" di daftar serial populer Netflix


Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

651 ribu dosis AstraZeneca dari Jepang tiba di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar