Pemkab Garut siapkan lumbung sosial untuk penanganan korban banjir

Pemkab Garut siapkan lumbung sosial untuk penanganan korban banjir

Kondisi daerah yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat. ANTARA/Adeng Bustomi.

Tempat itu aman dari sisi terjangan banjir
Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat telah menyiapkan lahan yang ideal digunakan sebagai lokasi lumbung sosial untuk penanganan korban banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan Karangtengah sesuai arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

"Kewajiban kami menyiapkan lahan untuk lumbung sosial yang penting saat terjadi banjir mereka (warga) bisa diungsikan ke atas," kata Sekretaris Daerah Pemkab Garut Nurdin Yana di Garut, Selasa.

Ia menuturkan sudah menyiapkan tempat yang aman dari ancaman bencana banjir bandang yaitu berada di dataran tinggi di Kecamatan Sukawening.

Lumbung sosial itu, kata dia, akan berfungsi untuk menangani masyarakat dengan cepat dan aman apabila daerahnya terjadi lagi banjir bandang.

"Sebagai tempat relokasi ketika terjadi banjir bandang, tempat itu aman dari sisi terjangan banjir," katanya.

Baca juga: Mensos ingin buat lumbung sosial untuk korban bencana di Garut

Baca juga: Menteri Sosial salurkan bantuan untuk kebutuhan korban banjir di Garut


Ia menyampaikan sesuai instruksi dari Menteri Sosial keberadaan lumbung sosial itu akan dipasok segala kebutuhannya mulai dari makanan maupun peralatan rumah tangga dari Kementerian Sosial.

"Sarana prasarana oleh kita tenda dan seterusnya, kebutuhannya dari Kemensos," katanya.

Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini mendatangi langsung daerah yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Sukawening untuk memberikan bantuan kepada korban banjir sekaligus menyiapkan langkah selanjutnya setelah banjir.

Menteri menyampaikan perlu dibuat lumbung sosial untuk memudahkan penanganan korban bencana alam banjir bandang di Garut.

Bencana banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Garut, Sabtu (27/11) sore, menyebabkan satu unit rumah hanyut, dan ratusan rumah terendam, kemudian sebanyak 60 jiwa di Kecamatan Sukawening, dan 175 jiwa di Kecamatan Karangtengah mengungsi ke tempat yang aman dari ancaman bencana banjir.

Baca juga: Wagub Jabar: Banjir di Garut diduga karena resapan air terganggu

Baca juga: Jabar tetapkan status tanggap darurat bencana banjir di Garut

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar