Pemkab Mamuju optimalkan penganggaran sesuai arahan pemerintah pusat

Pemkab Mamuju optimalkan penganggaran sesuai arahan pemerintah pusat

Bupati Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Sutinah Suhardi Duka mendukung pemerintah pusat untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) unggul, di Mamuju, (30/11/2021). ANTARA Foto/ M Faisal Hanapi.

penanganan kerusakan infrastruktur akibat bencana juga menjadi prioritas di 2022
Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) akan mengoptimalkan penganggaran tahun 2022 kepada sejumlah sektor yang menjadi sasaran seusai arahan dari pemerintah pusat.

"Kami akan mengoptimalkan anggaran mulai dari peningkatan SDM hingga penanganan COVID-19," kata Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi Duka di Mamuju, Selasa.

Menurut Sutinah salah satu sasaran pada 2022 yakni akan meningkatkan SDM unggul sesuai program pemerintah pusat untuk meningkatkan pembangunan di daerah.

Lantas pihaknya juga  akan memaksimalkan kebijakan penanganan COVID-19 dengan memprioritaskan sektor kesehatan sesuai kebijakan pemerintah pusat.

Menurut dia, Pemerintah Mamuju juga akan menjaga keberlanjutan program jaminan sosial bagi masyarakat kurang mampu dan rentan.

Kemudian melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi.

"Selain itu pemerataan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antar daerah dan melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero-bassed budgeting agar belanja lebih efisien," katanya.

Ia menyampaikan kemudian APBD Mamuju 2022 akan diarahkan sesuai arahan pembangunan dari Presiden,

"Pemkab Mamuju akan tetap menyesuaikan arah kebijakan nasional yang substansinya tertuang dalam APBN," katanya.

Ia juga mengatakan Kabupaten Mamuju  masih berupaya bangkit dari dampak bencana gempa bumi pada 15 Januari 2021, juga akan tetap berupaya mengoptimalkan perbaikan sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Bupati Mamuju mengatakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyatakan bahwa pandemi COVID-19 masih akan menjadi ancaman bagi dunia pada tahun depan dan dapat menimbulkan ketidakpastian.

"Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Jokowi menyatakan APBN 2022 harus dirancang secara responsif, antisipatif, dan juga fleksibel namun tidak mengganggu tata kelola keuangan yang baik untuk mencegah dampak ekonomi," katanya.
Baca juga: Pemkab Mamuju dukung pengendalian kerusakan lahan gambut oleh KLHK
Baca juga: Pemkab Mamuju luncurkan program gebrak vaksin COVID-19
Baca juga: Tim Korsupgah KPK supervisi program pemberantasan korupsi di Mamuju

Pewarta: M.Faisal Hanapi
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar