Olimpiade

Paris target pecahkan rekor jual 3 juta tiket Paralimpiade 2024

Paris target pecahkan rekor jual 3 juta tiket Paralimpiade 2024

Obor dan kaldron Olimpiade Tokyo memperlihatkan logo Olimpiade Paris 2024 saat upacara penutupan Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang, pada 8 Agustus 2021. (REUTERS/TOBY MELVILLE)

Jakarta (ANTARA) - Penyelenggara Paralimpiade 2024 memasang target menjual tiga juta tiket untuk perhelatan yang diperkirakan bakal membantu meningkatkan kesadaran seputar disabilitas dan mempromosikan masyarakat yang lebih inklusif.

Jika tiket Paralimpiade Paris 2024 yang rencananya digelar pada 28 Agustus - 8 September terjual habis, maka pesta olahraga tersebut akan memecahkan rekor Olimpiade London 2012 ketika 2,7 juta tiket terjual.

"Ada tiga juta tiket yang akan dijual. Kami sangat ambisius dalam hal tiket untuk Olimpiade dan Paralimpiade," kata kepala panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Paris Tony Estanguet seperti dikutip Reuters, Rabu.

"Saya tahu betul bahwa ini adalah acara yang tidak banyak diketahui yang harus saya posisikan dalam tiga turnamen olahraga teratas di dunia. Penjualan tiket akan memiliki pendekatan yang sama seperti Olimpiade. Kami ingin semuanya terjual habis dan menjadi pengalaman yang baik."

Estanguet mengatakan sekitar sembilan juta tiket akan dijual untuk Olimpiade yang akan digelar pada 6 Juli-11 Agustus. Menurut dia, perbedaan antara kedua perhelatan  itu hanya ada pada olahraga dan arena.

"Misalnya, tidak ada stadion sepak bola pada Paralimpiade," kata Estanguet.

Baca juga: IOC segera ambil keputusan soal angkat besi di Olimpiade Paris 2024

Tim Olimpiade dan Paralimpiade Prancis telah menjadi satu unit untuk mempromosikan atlet penyandang disabilitas.

"Kami harus mengedukasi orang-orang, ini misi kami. Para pemegang hak siar Paralimpiade perlu mengupayakan itu menjelang Olimpide, itu bagian dari apa yang kami minta," kata Estanguet yang merupakan tiga kali juara kano Olimpiade.

Pada 2020, sekitar 200 atlet Paralimpiade dan Olimpiade mendatangi lebih dari 3.000 sekolah di Prancis untuk berbagi pengalaman dengan lebih dari 500.000 siswa.

"Disabilitas agak sedikit tabu, tetapi ketika Anda melihat seorang atlet seperti Theo Curin, yang lengan dan kakinya telah diamputasi, berbagi dengan anak-anak seperti apa yang dia lakukan, itu membuat mereka nyaman," kata Estanguet.

"Ini adalah model yang kami inginkan untuk masyarakat kami -- lebih inklusif dan menginspirasi."

"Kami juga ingin mengembangkan olahraga Paralimpiade di Prancis. Kami menggelar proyek dengan uang kami sendiri untuk membantu perkembangan ini. Kami ingin mengguncang semuanya."

Baca juga: Olimpiade Tokyo usai, ini 5 hal yang perlu diketahui dari Paris 2024

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar