Saham Australia jatuh ke penutupan terendah 2 bulan terseret Omicron

Saham Australia jatuh ke penutupan terendah 2 bulan terseret Omicron

Pria berjalan melewati Sydney Exchange Square. ASX, Australian Securities Exchange adalah perusahaan yang mengoperasikan bursa efek Australia. ANTARA/Shutterstock/pri

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia tergelincir penutupan terendah dua bulan pada Rabu, karena kekhawatiran baru tentang kemanjuran vaksin COVID-19 terhadap varian Omicron membayangi data yang menunjukkan ekonomi lokal di kuartal September berkinerja lebih baik dari yang diperkirakan.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia merosot 0,28 persen atau 20,10 poin menjadi menetap di 7.235,90, level terlemah sejak 6 Oktober, setelah jatuh 1,0 persen di awal perdagangan.

Pihak berwenang Australia menandai kemungkinan kasus lain dari varian Omicron di Sydney, menambah kekhawatiran yang dipicu oleh komentar dari CEO Moderna bahwa vaksin cenderung kurang efektif terhadap varian baru.

"Beberapa kepala eksekutif vaksin dan pengobatan telah menyatakan keprihatinan tentang kemanjuran vaksin terhadap varian Omicron dan akan memakan waktu beberapa minggu bagi kami untuk mengetahui faktanya," kata Mathan Somasundaram, kepala eksekutif di Deep Data Analytics.

Sementara itu, ekonomi Australia menyusut 1,9 persen pada kuartal September, secara signifikan lebih baik dari perkiraan para ekonom untuk penurunan 2,7 persen.

Raksasa supermarket Woolworths kehilangan 2,4 persen dan Coles terpangkas 1,6 persen, sementara produsen buah dan sayuran Costa Group anjlok 4,2 persen ke level terendah 17-bulan.

Sektor keuangan ditutup 0,05 persen lebih tinggi setelah jatuh 1,0 persen pada perdagangan tengah hari dengan Commonwealth Bank of Australia, pemberi pinjaman terbesar di negara itu, menguat 0,75 persen.

Australia and New Zealand Banking Group, pemberi pinjaman terbesar keempat di negara itu, merosot 1,4 persen, mencapai level terendah dalam sembilan bulan, setelah mengatakan proses class action telah diajukan terhadapnya karena suku bunga "tidak adil" yang dibebankan dari nasabah kartu kredit.

Saham sektor pertambangan mencatat penjualan terbaik dan naik 0,95 persen karena bijih besi berjangka China memperpanjang reli mereka di belakang permintaan restocking baru-baru ini di perusahaan baja dan karena harga logam lainnya naik.

Perusahaan pertambangan besar BHP Group, Rio Tinto dan Fortescue Metals menguat antara 1,8 persen hingga 2,8 persen.

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru cenderung datar, naik tipis 0,04 persen atau 5,38 poin menjadi berakhir 12.724,30 poin.

Baca juga: Saham Australia berakhir lebih tinggi, kekhawatiran Omicron mereda
Baca juga: Saham Australia "rebound", kekhawatiran varian baru Omicron mereda
Baca juga: Saham Australia anjlok ke terendah 2 bulan tertekan varian Omicron

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Epidemiolog sarankan 2 tahapan hadapi kenaikan kasus Omicron

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar