Mahasiswa ITB Paling Banyak Direkrut Oleh NII

Mahasiswa ITB Paling Banyak Direkrut Oleh NII

Sejumlah mahasiswa membawa poster dan foto rekan mereka yang hilang dan diduga direkrut paksa Negara Islam Indonesia (NiI). (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Bandung (ANTARA News) - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi yang paling banyak direkrut sebagai anggota baru aktivis Negara Islam Indonesia (NII) gadungan.

"Dari empat kampus ITB, Unpad, Polban dan UPI, ITB sudah sejak dulu digoyang NII. Mahasiswa ITB menjadi yang terbanyak direkrut sebagai anggota NII oleh aktivitis NII gadungan," kata Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) KH Athian Ali M Da`i dalam jumpa pers di Masjid Al Fajr Jalan Situsari VI Cijagra, Bandung, Selasa.

Unpad adalah Universitas Padjadjaran, UPI singkatan dari Universitas Pendidikan Indonesia, sedangkan Polban adalah Politeknik Negeri Bandung.

Ia mengatakan, data mahasiswa di Kota Bandung yang direkrut NII Gadungan didasarkan pada data yang dimiliki FUUI pada 2002-2003.

Menurutnya, jumlah mahasiswa ITB yang direkrut oleh NII Gadungan mencapai 200 orang.

"Pada saat itu, pihak rektornya melapor kepada kami  bahwa ada sekitar 200 mahasiswanya yang tidak masuk kuliah, tidak bayar SPP hingga akhirnya di DO (Drop Out) karena ikut NII," ujar Athian.

Ia menambahkan, mahasiswa yang telah direkrut menjadi anggota NII telah meresahkan pihak kampus Polban.

"Pasalnya, diantara empat orang diantara kaum yang telah direkrut oleh Nii adalah dosen yang menjabat di Polban," ujarnya.

Dia mengataikan, salah satu penyebab  banyaknya mahasiswa ITB direkrut masuk NII karena kurangnya pemahaman mereka terhadap ajaran Islam yang sebenarnya. "Bisa jadi karena itu, mereka kurang memahami ajaran Islam yang sebenarnya," katanya.

FUUI akan akan mengundang perwakilan kampus dan sekolah untuk memberikan pemahaman yang benar tentang Islam.(*)
ANT

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Kakorlantas ajak mahasiswa jadi agen keselamatan berlalu lintas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar