Pipanisasi PAM Jaya masuk Kemal Muara untuk kejar target 2023

Pipanisasi PAM Jaya masuk Kemal Muara untuk kejar target 2023

Pekerja BUMD PAM Jaya mengoperasikan SPAM Hutan Kota milik PAM Jaya. (ANTARA/HO-PDAM Jaya)

Jakarta (ANTARA) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PAM Jaya melaksanakan pipanisasi ke wilayah Kamal Muara, Kamal, Tegal Alur dan Pegadungan melalui proyek SPAM Hutan Kota untuk mengejar target pipanisasi 82 persen pada 2023.

"PAM Jaya membangun jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang 116 kilometer untuk mengaliri air dari Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Hutan Kota yang berkapasitas 500 liter per sekon (lps) kepada sekitar 30.000 pelanggan di wilayah Kamal Muara, Kamal, Pegadungan dan Tegal Alur," kata Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo di Jakarta, Rabu.

Per November 2021, tercatat sekitar 12.573 pelanggan baru di daerah tersebut sudah dialiri air melalui proyek SPAM Hutan Kota dan jumlah ini masih terus bertambah.

Cakupan layanan air bersih perpipaan dari PAM Jaya saat ini baru mencapai 65,82 persen dengan total 906.648 pelanggan di Ibu Kota. Total air perpipaan yang terdistribusi ke warga sebanyak 20.732 lps.

"Target cakupan layanan air bersih PAM Jaya pada tahun 2023 adalah 82 persen," ujar dia.

Bambang mengatakan, saat ini Jakarta masih tergantung pasokan air baku dari wilayah di luar kota Jakarta. Sebesar 81 persen air baku berasal dari Waduk Jatiluhur, 14 persen pembelian air curah PDAM Kabupaten Tangerang dan lima persen dari sungai-sungai yang berada di Jakarta.

Baca juga: Mulai 2023, PAM Jaya distribusikan air bersih dari Sungai Ciliwung
Baca juga: Perubahan status hukum PDAM untuk utamakan kepentingan masyarakat


Berbagai upaya dilakukan PAM Jaya dalam percepatan pelayanan dan akses air bersih bagi masyarakat Jakarta, di antaranya proyek pembangunan jaringan pipa SPAM Hutan Kota.

Pembangunan SPAM Hutan Kota mulai diinisiasi PAM Jaya sejak tahun 2016 dan saat ini sedang proses penyelesaian pemasangan sambungan baru pelanggan.

Warga menyambut baik dan gembira karena  sudah menikmati air perpipaan langsung di rumah mereka. Selama ini warga di wilayah tersebut mengandalkan air tanah dan juga air yang dijual melalui gerobak keliling.

"Biasanya sebulan itu saya bisa membayar antara 600 ribu sampai 1 juta untuk kebutuhan air, namun sejak ada air PAM sekarang bayarnya hanya Rp120-150 ribu." ujar Mulyati, warga RW 01 Kelurahan Kamal Muara.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PAM Jaya: Harga air tanah jauh lebih mahal dari air pipa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar