Balitbangtan: Butuh teknologi dan inovasi dukung swasembada pangan

Balitbangtan: Butuh teknologi dan inovasi dukung swasembada pangan

Ilustrasi - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ditemani Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan memanen padi arietas Unggul Baru (VUB) Balitbangtan di Desa Kecurit, Kecamatan Toho di Kabupaten Mempawah, Minggu (12/9/2021) (ANTARA/Dedi)

Jakarta (ANTARA) - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangtan) Kementerian Pertanian mengatakan diperlukan teknologi dan inovasi untuk mendukung swasembada dan ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman dampak perubahan iklim.

"Menjadi tantangan bagi kita bagaimana menyiapkan pangan ke depan dengan isu perubahan lingkungan yang semakin menguat," kata Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry berbicara dalam webinar sebagai rangkaian acara Gelar Riset dan Inovasi Bidang Kesehatan dan Pangan 2021 pada hari kedua di Jakarta, Rabu.

Ia menuturkan tantangan besar lain untuk mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan adalah masalah konversi lahan.

Banyak lahan pertanian sudah dialihkan menjadi peruntukan lain, seperti pemukiman, jalan, dan industri. Hal itu menyebabkan semakin berkurangnya lahan pertanian produktif.

Namun, kebutuhan pangan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat.

Oleh karena itu, ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi berperan strategis dan harus dimanfaatkan secara optimal dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan lahan pertanian meskipun lahan pertanian produktif semakin berkurang.

"Dukungan inovasi pertanian, dukungan teknologi ini menjadi penting bagaimana menyiapkan kebutuhan pangan untuk 273 juta penduduk kita," ujar Fadjry.

Baca juga: Peneliti usulkan reformasi dalam penerapan konsep swasembada pangan

Balitbangtan berkomitmen bukan hanya menyiapkan pangan untuk konsumsi domestik tetapi juga bagi dunia, sehingga teknologi dan inovasi menjadi kunci untuk mewujudkannya.

Fadjry menuturkan Indonesia mempunyai potensi biodiversitas yang melimpah dari Sabang hingga Merauke.

Potensi-potensi tersebut harus dioptimalkan, terutama dalam pemanfaatan, pelestarian, dan pengolahan dari keanekaragaman hayati yang bisa mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan di Tanah Air.

"Saya berharap memang ke depan inovasi teknologi bukan hanya menghasilkan invensi karya tulis tetapi 'outcome' bagaimana teknologi itu bisa dimanfaatkan untuk kemajuan dan kebutuhan masyarakat kita," tutur Fadry.

Baca juga: Satgas Pamtas-UPT Kementan inisiasi ketahanan pangan di perbatasan
Baca juga: Optimalkan pengembangan akuakultur bagi ketahanan pangan

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Disinfektan herbal buatan BPTP Sulteng

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar