Laporan dari Kuala Lumpur

Kuala Lumpur City FC juara Piala Malaysia, tiga kota diliburkan

Kuala Lumpur City FC juara Piala Malaysia, tiga kota diliburkan

Pertandingan Kuala Lumpur City FC dan JDT yang disiarkan stasiun televisi setempat. ANTARA Foto/HO-Telegram

Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Malaysia mengumumkan aktivitas di tiga kota yakni Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan diliburkan pada Jumat (3/12) untuk merayakan keberhasilan tim Kuala Lumpur City FC menjadi juara Piala Malaysia 2021.

"Kemarin Tim Kuala Lumpur City FC memenangkan Final TM Malaysia Cup 2021 di Stadion Nasional Bukit Jalil," kata Menteri Federal Malaysia Shahidan Kassim dalam pernyataannya kepada media di Putrajaya, Rabu.

Menurut dia, kemenangan yang diraih merupakan merupakan pencapaian terbaik bagi Kuala Lumpur City FC setelah menunggu 32 tahun. Terakhir tim ini meraih gelar Piala Malaysia pada 1989.

"Oleh karena itu diinformasikan bahwa pemerintah telah menyetujui bahwa Jumat, 3 Desember 2021 ditetapkan sebagai Hari Libur Tambahan untuk Wilayah Federal Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan," katanya menambahkan.

Baca juga: Minuman energi Indonesia sponsori Liga Amatir Malaysia
Baca juga: Borneo FC ingin tiru klub Malaysia Johor Darul Ta'zim


Pengumuman Hari Libur Umum Tambahan ini dibuat sesuai dengan ayat 9 (2) Undang-Undang Hari Libur Umum 1951 [UU 369] untuk Wilayah Federal.

Kuala Lumpur City FC berhasil mengalahkan Johor Darul Ta'zim (JDT) 2 - 0 dalam final Piala Malaysia 2021 di Stadium Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa malam (30/11).

Gol kemenangan Kuala Lumpur City FC dicetak pemain tengah Zhafri Yahya pada menit ke-66 dan Kapten Paulo Josue (menit ke-74) sekaligus mencipta kegemilangan buat skuad City Boys dan menamatkan penantian selama 32 tahun untuk meraih Piala Malaysia.

Sementara itu bagi JDT, kekalahan ini membuat tim yang berjuluk Skuad Harimau Selatan tersebut gagal mempertahankan kejuaraan yang diraihnya pada 2019.

Baca juga: Newcastle Jets umumkan peminjaman Syahrian Abimanyu dari JDT

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menpora: Malaysia tak cukup minta maaf lewat Twitter

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar