Kongres Indonesianis pintu masuk tingkatkan persahabatan, kerja sama

Kongres Indonesianis pintu masuk tingkatkan persahabatan, kerja sama

Pelaksana Tugas Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri di Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah (kiri) dalam konferensi pers Kongres Indonesianis Sedunia secara virtual, Jakarta, Kamis. (2/12/2021) (ANTARA/ Azis Kurmala)

Kongres Indonesianis Sedunia merupakan upaya dari Kemlu untuk merangkul pemikiran Indonesianis untuk kita manfaatkan untuk pembangunan Indonesia ke depan.
Jakarta (ANTARA) - Kongres Indonesianis Sedunia memiliki peran penting menjadi pintu masuk untuk meningkatkan persahabatan dan kerja sama yang kuat, kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri di Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah.

"Indonesianis adalah warga negara asing yang memiliki ketertarikan atau mempelajari tentang Indonesia. Dengan latar belakang yang berbeda, Indonesianis menjadi pintu masuk bagi kita untuk membangun serta meningkatkan persahabatan serta kerja sama untuk kemajuan Indonesia," ujar Teuku Faizasyah dalam konferensi pers Kongres Indonesianis Sedunia secara virtual,  di Jakarta, Kamis.

Faizasyah mengatakan Indonesianis dapat mempromosikan serta mengenalkan Indonesia kepada dunia melalui ketertarikan mereka terhadap isu seni, budaya, sastra, maupun lainnya yang menyangkut Indonesia.

Baca juga: Ahli Indonesia dari 43 negara hadiri kongres di Yogyakarta

"Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran menggelar Kongres Indonesianis Sedunia (KIS) yang ketiga secara virtual dari Museum Konferensi Asia-Afrika. Kongres tersebut berlangsung selama dua hari mulai tanggal 1 hingga 2 Desember dengan mengusung tema “Indonesia's Post-COVID Recovery: Grow Stronger and More Resilient" yang dihadiri oleh 250 peserta dari 70 negara," kata Faizasyah.

Kongres yang digelar untuk ketiga kalinya ini merupakan inisiatif Kemlu yang melibatkan Indonesianis dari seluruh dunia untuk saling bertukar gagasan, pandangan, dan pemikiran untuk kemajuan Indonesia sekaligus memperkaya pemahaman dan perspektif Indonesianis tentang Indonesia.

Ia mengatakan Kongres Indonesianis Sedunia (KIS) dibuka oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang menekankan pentingnya kerja sama, kesetaraan akses kesehatan, serta transformasi digital dalam pemulihan nasional.

Dalam mewujudkan visi utama Indonesia 2045, terdapat 4 (agenda) yang telah ditetapkan yakni melalui peningkatan dan ketahanan kesehatan, green and sustainable economy, transisi energi, dan transisi digital.

Pada sesi panel, Menlu mengatakan terdapat masukan, aspirasi, dan "concern" yang sangat berarti yang dapat menjadi masukan dalam menyusun strategi kebijakan yang adaptif dan membantu Indonesia dalam mencapai sasaran pembangunan, serta upaya percepatan pemulihan dan penguatan ketahanan terhadap pandemi.

Baca juga: Pakar dari Inggris sebut penanganan konflik di Indonesia kian baik
Masukan tersebut antara lain: Implementasi transformasi ekonomi strategis untuk dapat menjadi negara berpendapatan tinggi sebelum 2045, di antaranya adalah dengan transformasi digital dan ekonomi hijau.

Kemudian, pengembangan sektor digital, seperti perdagangan, pendidikan, dan kesehatan. Infrastruktur digital Indonesia perlu diperkuat untuk mendukung transformasi digital; perluasan akses digital UMKM yang memiliki porsi yang sangat besar dalam perekonomian Indonesia.

Di samping itu, penguatan dan pembangunan kepercayaan di ranah diplomasi digital dan pemanfaatan diplomasi digital dalam menghadapi isu global; promosi kerja sama regional/internasional untuk mendorong pendekatan yang komprehensif dan multisektoral dalam memperkuat resiliensi global di tengah ancaman pandemi.

Para Indonesianis menyampaikan sejumlah ide dan gagasannya dalam bentuk presentasi paper yang disampaikan oleh beberapa Indonesianis dari Australia, Bangladesh, Tiongkok, Mesir, Kazakhstan, Madagaskar, Moldova, Senegal, dan Tanzania.

Presentasi tersebut menyoroti beberapa isu seputar perkembangan kebijakan kesehatan di Indonesia, pengembangan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, serta bagaimana menjaga nilai-nilai budaya Indonesia di era digital, kata dia.

"Kongres Indonesianis Sedunia merupakan upaya dari Kemlu untuk merangkul pemikiran Indonesianis untuk kita manfaatkan untuk pembangunan Indonesia ke depan. Kita mengharapkan hasil kongres ini dapat ditindaklanjuti," kata dia.

Faizasyah mengatakan Indonesianis berkomitmen untuk terus ikut berkontribusi untuk menyampaikan pemikiran untuk kemajuan Indonesia.

Baca juga: Menlu Retno ajak Indonesianis wujudkan Visi Indonesia 2045

 

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BPJS Kesehatan tetapkan NIK sebagai identitas tunggal JKN-KIS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar