Koantas Bima gabung ke TJ-JakLingko jadi bukti DKI berbenah

Koantas Bima gabung ke TJ-JakLingko jadi bukti DKI berbenah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, didampingi Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Direktur Utama Transjakarta Mohammad Yana Aditya, Ketua Umum Koperasi Angkutan Lintas Bis Madya (Koantas Bima) Barlaba Purba meninjau armada baru bus Koantas Bima saat pengumuman bergabungnya armada legendaris itu ke Jaklingko dan Transjakarta di Tanah Abang, Jakarta, Kamis (2/12/2021). (ANTARA/Ricky Prayoga)

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan langkah Koperasi Angkutan Lintas Bima (Koantas Bima) bergabung ke sistem BRT TransJakarta-JakLingko menjadi bukti keseriusan Jakarta berbenah dan memfasilitasi mobilitas warga kota.

"Hari ini tambah lagi jejaring JakLingko kita, sehingga bisa menjangkau lebih banyak. Kita semua tahu bahwa sebuah kota modern mengandalkan transportasi umum, sehingga (sewajarnya) mobilitas penduduk difasilitasi oleh pemerintah," kata Anies di Tanah Abang, Jakarta, Kamis.

Baca juga: JakLingko ungkap potensi pendapatan tiket Rp5,5 triliun pada 2029

Menurut Anies, Koantas Bima yang bergabung dengan integrasi antarmoda bertambah dengan Koantas Bima, menunjukkan bahwa Jakarta serius menghadirkan sebuah kota yang modern dan secara rasional warganya memilih transportasi umum massal dibandingkan kendaraan pribadi.

"Alhamdulillah dengan dikembangkan sebagai satu konsep terintegrasi, dan sekarang sudah empat tahun terintegrasi. Dengan begitu jangkuannya lebih luas. Dulu coveragenya 42 persen wilayah Jakarta, sekarang sudah 82 persen. Dan dengan Koantas Bima Insya Allah lebih tinggi lagi," ujar Anies.

Anies berharap dengan semakin banyak warga Jakarta dapat pergi dari mana saja, ke mana saja dengan menggunakan kendaraan umum, maka akan banyak manfaat dari perpindahan antarmoda tersebut, seperti menurunkan tingkat polusi udara di Jakarta, meningkatkan kualitas hidup, dan penghematan biaya transportasi.

"Mudah-mudahan kita dapat menyaksikan porsi penduduk yang menggunakan kendaraan pribadi menjadi jauh lebih rendah dan menggunakan kendaraan umum," tutur Anies.

Baca juga: "Link and Match" JakLingko dinilai tingkatkan kualitas SDM pelajar

Koantas Bima merupakan armada transportasi umum yang memiliki sejarah panjang yang saat bergabung dengan sistem transportasi terintegrasi melalui TransJakarta dan JakLinko untuk menambah manfaat dari sisi kenyamanan, ketepatan, dan keselamatan.

"Saya titip pesan buat teman-teman di Koantas Bima membiasakan tradisi baru. Saya berharap yang bekerja di Koantas Bima merasakan kepastian dan ketenangan, sehingga warga yang dilayani pun mendapatkan kepuasan," ungkap Anies.

Diketahui program integrasi JakLingko pada layanan TransJakarta, terdiri dari bus besar, bus Sedang, dan bus kecil.

Untuk integrasi bus besar dan bus kecil, mayoritas angkutan umum lama di DKI Jakarta sudah bergabung dengan layanan TransJakarta.

Integrasi bus sedang dengan tambahan satu operator lainnya, yaitu Koantas Bima yang berjumlah 36 armada, namun angkutan yang dluncurkan pada tahap awal sebanyak 10 unit pada layanan pengumpan Non-BRT rute 6N (Ragunan-Blok M via Kemang).

Dengan skema pembelian layanan ini, bus Koantas Bima beroperasi tanpa harus kejar setoran dan mencari pelanggan berbayar seperti yang dilakukan angkot Miikro Trans JakLingko, yang telah beroperasi sebelumnya dan berhasil menarik minat warga Jakarta untuk menggunakan transportasi yang murah, aman dan nyaman.

Baca juga: Jaklingko dan SMK Muhammadiyah 4 Jakarta kerja sama "link and match"

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Lalu lintas di depan Gedung DPR padat dipenuhi buruh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar