Jakpro kembangkan properti berkelanjutan agar Jakarta nyaman dihuni

Jakpro kembangkan properti berkelanjutan agar Jakarta nyaman dihuni

Pemandangan dari atas kawasan protokol gedung bertingkat di wilayah Jakarta Pusat. ANTARA/M Razi Rahman

Berbagai proyek penugasan Pemprov DKI Jakarta kepada Jakpro untuk mewujudkan infrastruktur yang berkelanjutan dan ramah terhadap warganya...
Jakarta (ANTARA) - BUMD PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro terus berkomitmen untuk bertransformasi menjadi perusahaan yang fokus mengembangkan pembangunan berkelanjutan di sektor properti, guna membuat Jakarta lebih nyaman dihuni.

"Berbagai proyek penugasan Pemprov DKI Jakarta kepada Jakpro untuk mewujudkan infrastruktur yang berkelanjutan dan ramah terhadap warganya, baik yang sudah selesai maupun yang sedang berjalan ataupun yang akan dijalankan, dapat kita selesaikan dengan baik," kata Direktur Utama Jakpro Widi Amanasto dalam Webinar Indonesia Outlook 2022 Urban Sustainability: Tren Masa Depan Perkotaan, di Jakarta, Kamis.

Widi menjelaskan Jakpro sebagai perusahaan yang peduli terhadap pembangunan lingkungan berkelanjutan telah berkontribusi pada tujuh proyek ikonik wajah baru Jakarta. 

Ketujuh proyek ikonik itu adalah LRT Jakarta, Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta International Velodrome (JIV), Jakarta International Equestrian Park (JIEP), Fasilitas Jalan Sehat dan Sepeda Santai (Jalasena) di Pantai Kita Maju, ITF Sunter, dan Revitalisasi Taman Ismail Marzuki.

Direktur Keuangan Jakpro Yuliantina Wangsawiguna mengungkapkan pihaknya tidak hanya menyusun strategi keberlanjutan, tapi juga melakukan pengukuran dampak atau manfaat dari apa yang pihaknya kerjakan.

Baca juga: Jakpro jalankan fungsi komersial dan penugasan bantu Pemprov DKI

Yuliantina mencontohkan kehadiran LRT Jakarta berpengaruh terhadap empat dari 10 aspek kualitas hidup masyarakat yakni peningkatan mobilitas perkotaan, menurunkan kemacetan lalu lintas, meningkatkan akses terhadap fasilitas dan pelayanan publik, serta meningkatkan persepsi publik terhadap fasilitas umum dan layanan transportasi.

LRT, lanjutnya, juga berkontribusi terhadap dua faktor ketahanan lingkungan yaitu menurunkan emisi gas rumah kaca dan juga meningkatkan kualitas lingkungan.

"88 persen mengakui mengalami penurunan kecepatan perjalanan, kemudian juga 93 persen setuju bahwa meningkatkan akses terhadap fasilitas dan pelayanan publik dan juga persepsi publik terhadap layanan transportasi meningkat 91,5 persen," ujar dia.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono menyatakan hal terpenting dari sebuah pembangunan tidak hanya mengenai pertumbuhan ekonomi, tapi juga aspek lingkungan dan kesehatan.

Nasruddin berharap masyarakat dapat berkontribusi agar semua elemen bisa bergandengan tangan membangun infrastruktur Jakarta lebih baik. Menurut dia, Jakarta bangkit maka nasional pun akan ikut bangkit.

"Tidak kalah pentingnya, dari sisi APBN, 70 persen pendapatan nasional di APBN itu ada di Jakarta. Jadi kalau Jakarta bisa mengelola dengan baik, pendapatan nasional pasti akan meningkat, maka nasional pun akan kembali. Roda berputar lebih cepat lagi," tutur dia.

Baca juga: Jakpro-PP jalin kerja sama kembangkan properti

 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar