Promosikan kesetaraan gender, ASEAN tunjuk 10 duta olahraga

Promosikan kesetaraan gender, ASEAN tunjuk 10 duta olahraga

Pebulu tangkis Riau Leani Ratri Oktila, terpilih sebagai satu dari 10 atlet yang akan menjadi Duta Olahraga ASEAN, mengembalikan bola ke arah lawannya pada final bulu tangkis putri klasifikasi SL 4 Peparnas Papua di Gor Cendrawasih, Jayapura, Papua, Sabtu (13/11/2021). .ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Jakarta (ANTARA) - ASEAN menunjuk sepuluh atlet dan ofisial olahraga terkemuka sebagai Duta Olahraga Wanita Asia Tenggara untuk mempromosikan kesetaraan gender.

Para duta olahraga itu  akan menggunakan pengaruh mereka untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan melalui olahraga, di seluruh kawasan dan menyebarkan pesan penyemangat kepada Komunitas ASEAN, berdasarkan keterangan dari Sekretariat ASEAN yang diterima di Jakarta, Kamis.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Kampanye #WeScore ASEAN yang didanai oleh Jepang.

Deretan Duta Olahraga Wanita ASEAN yang dilantik adalah HRH Princess 'Azemah Ni'matul Bolkiah (atlet polo dari Brunei Darussalam), Sokha Pov (atlet bela diri tradisional dari Kamboja), Leani Ratri Oktila (atlet para-bulu tangkis Indonesia), Soulamphone Kerdla (kepala pelatih tim renang nasional Laos), Farah Ann Abdul Hadi (pesenam Malaysia), Soe Soe Myar (atlet taekwondo dan wasit asal Myanmar), Hidilyn Diaz (atlet angkat besi Filipina), Amita Berthier (pemain anggar Singapura), Panikpak Wongpattanakit (atlet taekwondo dari Thailand) dan Tuyet Van Chau (atlet taekwondo dari Vietnam).

Baca juga: Semangat atlet APG 2020 pantang kendur meski jadwal diundur

Mereka akan berbagi pandangan tentang pemberdayaan perempuan dalam talk show atau tayang bincang  yang akan diadakan di Sekretariat ASEAN pada tanggal 3 Desember, yang bertepatan dengan Hari Penyandang Disabilitas Internasional dan kampanye tahunan 16 Hari Aktivisme Menentang Kekerasan Berbasis Gender.

Tayang bincang  ini akan membahas isu-isu seperti kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan, perlindungan perempuan dan anak perempuan dalam olahraga, mempromosikan hak-hak penyandang disabilitas melalui olahraga, serta dampak COVID-19 pada olahraga dan cara mengatasinya.

Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN, Ekkaphab Phanthavong, bersama dengan Direktur Tomohiko Arai (Pemimpin SOMS Badan Olahraga Jepang Divisi Hubungan Internasional), Asisten Profesor Aya Noguchi (Fakultas Ilmu Olahraga dan Kesehatan Universitas Juntendo), dan Jamshed M. Kazi (Perwakilan Negara UN Women, Indonesia dan Penghubung ASEAN) akan ikut andil dalam acara tersebut.

Kampanye ASEAN #WeScore merupakan bagian dari ASEAN-Japan Actions on Sports, sebuah proyek di bawah naungan ASEAN Plus Japan Senior Officials Meeting on Sports (SOMS+Japan) yang didanai oleh Pemerintah Jepang melalui Dana Integrasi Jepang-ASEAN.

Sebelum talk show dimulai, Sekretariat ASEAN akan mengadakan “Tribute to Tokyo 2020 ASEAN Olympic and Paralympic Medalists”.

Kampanye #WeScore ASEAN merupakan implementasi ASEAN Work Plan on Sports 2021-2025 dan sejalan dengan Visi ASEAN 2025 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB nomor 5: Mencapai Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Semua Perempuan dan Anak Perempuan.

Baca juga: Dua atlet disabilitas Jepara targetkan emas di ASEAN Para Games 2020
Baca juga: Kemenpora berikan beasiswa atlet berprestasi ASEAN Schools Games

 

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menyeruput teh melati di puncak bukit Fuzhou

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar