DJKA gelar rakor gerakan keselamatan perkeretaapian di Sumatera Barat

DJKA gelar rakor gerakan keselamatan perkeretaapian di Sumatera Barat

Ilustrasi-kereta berhenti di Stasiun Prujakan Cirebon, Jawa Barat. (Dok Khaerul Izan)

Kita memiliki tantangan yang sangat berat, yaitu menanamkan perilaku masyarakat untuk sadar akan keselamatan di perlintasan perkeretaapian.
Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menggelar Rapat Koordinasi Rencana Gerakan Nasional Keselamatan Perkeretaapian dalam rangka menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api di wilayah Sumatera Barat, Kamis.

“Kegiatan ini kita laksanakan di Sumbar karena angka kecelakaan di Sumbar merupakan yang tertinggi di Indonesia, sehingga kita menjadikan Sumbar sebagai pilot project keselamatan perkeretaapian nasional,” kata Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Edi Nursalam dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Edi mengungkapkan, jumlah angka kecelakaan di wilayah Sumatera Barat sepanjang tahun 2021 mencapai 30 kasus, yang didominasi oleh kejadian kereta api tertampar kendaraan mobil di pelintasan sebidang tanpa palang pintu.

Menurut dia, kegiatan sosialisasi dan gerakan nasional ini diperlukan untuk mengurangi angka tersebut.

“Kita memiliki tantangan yang sangat berat, yaitu menanamkan perilaku masyarakat untuk sadar akan keselamatan di perlintasan perkeretaapian. Pengetahuan dan kesadaran keselamatan sendiri ini yang harus dimiliki oleh setiap masyarakat di Sumatera Barat,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pada akhir tahun 2021 hingga 2022, Direktorat Keselamatan Perkeretaapian telah menyusun program peningkatan keselamatan di Wilayah Sumbar.

Program peningkatan keselamatan tersebut mencakup pemasangan palang pintu dan early warning system di beberapa perlintasan tidak resmi, pembuatan frontage atau jalan kolektor di 3 titik lintas kereta api, serta pembuatan patok sebagai pembatas aktivitas masyarakat dengan rel.

Rencana kegiatan penanganan keselamatan ini telah dianggarkan oleh Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Suamtera Bagian Barat sebesar Rp250 miliar dengan skema multi years contract atau tahun jamak.

Direncanakan pada tahun 2022 nanti, seluruh rencana kegiatan keselamatan ini akan berjalan yang beriringan juga dengan berbagai program peningkatan perkeretaapian di wilayah Sumbar.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memberikan apresiasi dan mendukung upaya yang telah dilakukan Kemenhub.

“Saya sangat mendukung penuh kegiatan ini, bahkan saya berharap dapat segera dilaksanakan karena saya ingin masyarakat saya selamat dari kecelakaan. Saya memerintahkan kepada seluruh pejabat daerah utamanya para camat dan lurah agar dapat mensosialisasikan bahwa perlintasan kereta api itu harus steril dan bebas dari aktivitas masyarakat,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi juga berharap bahwa kereta di Sumbar dapat seperti di daerah lain yang nyaman, bebas gangguan, murah, dan minim kecelakaan.

Hal ini diharapkan dapat mendorong perekonomian dan aksesibilitas masyarakat Sumbar, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi khususnya pasca-COVID-19.

Baca juga: Menhub tekankan aspek keselamatan dalam perkeretaapian

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KAI uji coba perpanjangan relasi ke stasiun Pauh Lima

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar