Satgas: Cegah penyebaran varian Omicron dengan prokes

Satgas: Cegah penyebaran varian Omicron dengan prokes

Petugas BPBD Kepri menyemprot disinfektan di Asrama Haji, pusat vaksinasi di Kota Tanjungpinang. (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau berpendapat penerapan protokol kesehatan satu-satunya cara efektif bagi masyarakat untuk mencegah penularan COVID-19 varian Omicron atau B.1.1.529.

"Untuk saat ini, upaya mencegah diri kita agar tidak tertular varian Omicron dengan cara melindungi mata, mulut, dan hidung kita dengan masker medis," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Kamis.

Ia menjelaskan imunitas masyarakat yang meningkat setelah divaksin dua kali ternyata tidak memengaruhi ketahanan dari kemungkinan terinfeksi Omicron. Virus itu tetap menimbulkan gejala dan mengancam nyawa orang, meski orang yang terinfeksi virus itu sudah divaksin dua kali.

"Para ahli menyangsikan efektivitas vaksin saat virus itu menginfeksi orang," ujarnya.

Baca juga: Satgas COVID-19 UNS minta masyarakat tak khawatirkan keganasan Omicron

Oleh karena itu, menurut dia, cara yang paling efektif untuk mencegah virus itu masuk ke tubuh, yakni penggunaan masker medis secara benar dan menghindari keramaian.

"Kami imbau masyarakat untuk tidak euforia yang berlebihan dengan kasus aktif COVID-19 yang terus menurun. Tetap konsisten terapkan protokol kesehatan agar tidak tertular COVID-19 dan varian-varian lainnya yang bermutasi dari virus itu," kata mantan Kadis Kesehatan Kepri itu.

Ia menjelaskan bahwa Pemprov Kepri terus mengikuti perkembangan persebaran Omicron. Penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Afrika bagian selatan itu, cukup cepat. Bahkan, sejak beberapa hari lalu, penularan Omicron sudah ditemukan di Singapura.

"Ada dua orang di Singapura yang tertular virus itu," ucapnya.

Pemprov Kepri berupaya mengantisipasi penyebaran Omicron di wilayah itu setelah muncul dua kasus baru di Singapura, dengan memperketat pengawasan dan pemeriksaan kesehatan orang di pintu keluar masuk pelabuhan internasional di Batam.

"Pemerintah serius memperhatikan permasalahan ini setelah ditemukan dua kasus baru varian Omicron di Singapura," katanya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, kasus aktif di Kepri berjumlah 10 orang yang tersebar di Batam tujuh orang, Tanjungpinang dua orang, dan Karimun satu orang.

Baca juga: Omicron dijumpai di lima dari sembilan provinsi Afrika Selatan
Baca juga: Satgas: Penyebaran COVID-19 di Afsel cepat seiring munculnya Omicron
Baca juga: Pakar: PCR masih bisa deteksi Omicron

Pewarta: Nikolas Panama
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

3 provinsi alami penambahan kasus positif COVID-19 di atas 100

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar