Pelatihan bisnis digital Shopee jadi oase bagi teman tuli

Pelatihan bisnis digital Shopee jadi oase bagi teman tuli

Sejumlah peserta teman Tuli Solo dari Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Surakarta sedang mengikuti kelas pelatihan bisnis digital di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo, 9 Oktober 2021. Seorang trainer (baju oranye) memberikan penjelasan dengan didampingi oleh juru bahasa isyarat (baju hitam). (Shopee)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah teman tuli dari Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Surakarta mengikuti kelas pelatihan bisnis digital di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo.

Antusiasme peserta begitu terlihat selama kelas pelatihan yang dibimbing oleh trainer Shopee dengan didampingi juru bahasa isyarat.

Mereka mempelajari materi tentang konsep bisnis online di e-commerce, cara berjualan di e-commerce, hingga bagaimana mengenal psikologi pembeli sebelum berjualan. Peserta juga dilatih untuk menggunakan fitur-fitur pendukung penjualan yang efektif.

Trainer yang memberikan materi kepada teman Tuli Gerkatin Solo, Dias Bahary, mengatakan, para peserta memiliki semangat untuk ingin tahu mengenai bisnis digital. Mereka aktif mengajukan pertanyaan saat kelas berlangsung.

“Saya melihat keinginan yang luar biasa daripada peserta Gerkatin Solo untuk mengenal bisnis digital. Mereka banyak bertanya hingga akhirnya bisa mempraktikan langsung apa yang telah saya jelaskan,” jelas Dias.

Melatih teman Tuli merupakan pengalaman pertama bagi Dias sebagai trainer kelas di kampus UMKM Shopee Ekspor Solo. Sehingga, Dias sangat menyesuaikan diri dalam berkomunikasi agar peserta dapat memahami materi.

“Saya dibantu dengan juru bahasa isyarat sehingga baik saya maupun peserta dapat berkomunikasi dengan baik dan saya benar-benar memastikan apakah peserta sudah memahami materi yang saya berikan atau belum,” ungkapnya.

Baca juga: Daftar e-commerce dan program Harbolnas 11.11

Salah satu peserta teman Tuli, Kristian Andi Setiawan (23), mengaku senang dengan adanya pelatihan ini. Andi mempelajari banyak hal mengenai cara berjualan secara digital mulai dari membuka toko, mengisi katalog, hingga cara promosi produk di Shopee.

“Saya belajar cara membuat deskripsi produk itu seperti apa agar dapat membuat konsumen akhirnya tertarik untuk membeli. Ini sebuah pengetahuan yang penting untuk saya ketahui,” jelas Andi.

Hal senada juga dirasakan peserta teman Tuli, Chakranovi Mahanani (55). Ia mengatakan, akhirnya bisa mengikuti kelas yang mengenalkan dirinya tentang berjualan online.

Selama ini, ia melanjutkan, untuk bermimpi ingin punya usaha online saja tidak berani karena belum menemukan pelatihan yang ramah untuk teman tuli.

“Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin belajar berjualan online. Tetapi saya terkendala komunikasi untuk bertanya. Saya juga sudah mengira saya tidak akan paham belajar tentang digital. Setelah di kelas bersama Shopee, saya belajar di sini. Trainer memberikan materi dengan cara yang bisa saya pahami mengenai teknologi digital,” tutur Cokro.
Sejumlah teman Tuli sedang mendengarkan penjelasan dari trainer yang didampingi juru bahasa isyarat mengenai fasilitas dan layanan yang ada di Kampus UMKM Shopee Solo. Studio foto merupakan salah satu fasilitas yang dihadirkan dan dapat digunakan oleh teman Tuli. (Shopee)


Fasilitas Gratis di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo

Setelah sesi kelas dasar-dasar bisnis online selesai, trainer menunjukkan kepada teman Tuli sejumlah fasilitas dan layanan yang ada di kampus UMKM Shopee Ekspor Solo.

Seperti studio foto untuk melakukan foto katalog produk, ruang live streaming, pusat ekspor untuk informasi seputar program ekspor, pusat edukasi yang memberikan informasi seputar jadwal pelatihan dan dapat dipilih oleh para pelaku UMKM dan simulasi gudang untuk manajemen stok produk yang baik.

Pelatihan dan pendampingan bisnis digital adalah yang pertama kalinya bagi teman Tuli Gerkatin Solo.

Ketua Gerkatin Solo, Galih Saputro mengatakan, kegiatan pengenalan bisnis digital yang diberikan Shopee bagaikan oase untuk teman-teman Tuli.

“Saya melihat teman-teman begitu tertarik pada materi yang diberikan. Saya senang wawasan kami menjadi bertambah. Trainer menjelaskan dengan sangat inklusif sehingga membuat kami nyaman dan mudah paham mempelajarinya,” kata Galih yang juga mengikuti kelas pelatihan.

Bagi teman Tuli Gerkatin Solo, kelas ini telah menunjukkan bahwa teknologi saat ini sudah sangat maju yang bisa membuat seseorang berpenghasilan secara mandiri dengan berjualan online.

Pelatihan bisnis digital yang telah dilakukan pada 9 Oktober lalu merupakan kerja sama antara Shopee dengan Gerkatin Solo dalam merangkul teman-teman Tuli di Solo.

Selain untuk mengenalkan dasar-dasar bisnis digital, pelatihan ini juga sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM agar para teman Tuli bisa memulai berbisnis secara online dan menjadi calon pelaku UMKM berdaya.

Kampus UMKM Shopee merupakan wadah yang didirikan Shopee untuk para seller dapat mengembangkan diri dan menjadi UMKM yang naik kelas. Kampus ini sudah ada di tiga daerah, yaitu Solo, Bandung, Semarang dan Jakarta.

Shopee masih terus menambah jumlah kampus dengan mendirikan di beberapa daerah lainnya. Bagi seller yang ingin mendaftar untuk mengikuti pelatihan, dapat mengunjungi tautan: https://shopee.co.id/kampusumkmshopee-1.

Baca juga: Shopee Fashion Week 2021 berlangsung hingga 3 Desember

Baca juga: ShopeePay 12.12 ajang apresiasi bagi UMKM digital Indonesia

Baca juga: PasarPolis hadirkan proteksi gawai di Shopee

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menteri Teten sebut disrupsi digital paksa UMKM bertransformasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar