OJK dorong lembaga keuangan mikro segara adopsi teknologi digital

OJK dorong lembaga keuangan mikro segara adopsi teknologi digital

Ilustrasi: Petugas dan nasabah melakukan akad pinjaman di kantor Bank Wakaf Mikro Pesantren Aulia Cendekia Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (9/11/2021). Bank Wakaf Mikro yang telah berjalan selama dua tahun dan memiliki 137 nasabah ini adalah wujud lembaga keuangan mikro syariah yang didukung Lembaga Amil Zakat Nasional di bawah Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai pendorong ekonomi umat dan pembebasan masyarakat dari jeratan pinjaman riba. ANTARA FOTO/Feny Selly/foc. (ANTARA FOTO/FENY SELLY)

OJK terus mendukung akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan di daerah khususnya dengan mendorong LKM untuk berkolaborasi bersama platform digital
Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Lembaga Keuangan Mikro (LKM) segera mengadopsi teknologi digital terhadap pengembangan bisnisnya, agar dapat membantu pemerintah memberi akses pembiayaan bagi usaha mikro yang tidak terfasilitasi oleh perbankan.

“OJK terus mendukung akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan di daerah khususnya dengan mendorong LKM untuk berkolaborasi bersama platform digital,” kata Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital Imansyah dalam acara Optimalisasi Ekosistem Digital LKM di Jakarta, Jumat.

Imansyah mengatakan mengadopsi platform digital yang sederhana dapat digunakan LKM sebagai wadah informasi terkait produk, layanan, dan sarana pemasaran kepada masyarakat.

Baca juga: OJK: 228 lembaga keuangan mikro telah mendapat izin usaha

Meski demikian ia menegaskan dalam pelaksanaannya LKM perlu mempertimbangkan biaya anggaran atau budget yang tersedia dengan manfaat yang kelak didapatkan dari platform tersebut.

Oleh sebab itu LKM dapat menginisiasi kolaborasi dengan platform digital seperti financial technology (fintech) atau penyelenggara inovasi keuangan digital. 

“Opsi ini dapat dimanfaatkan oleh LKM untuk meminimalisir kebutuhan biaya dalam pengembangan maintenence,” ujarnya.

Imansyah mengatakan melalui kajian yang telah dilakukan OJK, didapati bahwa sebagian besar LKM masih perlu meningkatkan dan mengeksplorasi teknologi informasi terhadap bisnisnya.

Baca juga: OJK tingkatkan ketentuan modal minimal Lembaga Keuangan Mikro

Total responden dalam kajian ini sebanyak 1.371 LKM yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia, meliputi 124 LKM yang telah diawasi oleh OJK dan 1.247 LKM yang belum diawasi oleh OJK.

Metode pencatatan bisnis melalui core system telah diterapkan oleh 43 persen LKM yang diawasi OJK dan 16 persen LKM yang belum diawasi OJK.

Advisor Departemen Organisasi dan Sumber Daya Manusia OJK Sondang Martha Samosir menuturkan hasil itu mencatat tingkat kesiapan digital serta literasi keuangan dan literasi digital LKM masih dalam pre-basic karena pengelolaannya masih manual dan belum terstandarisasi.

Sondang mengatakan faktor lingkungan, terutama dukungan pemerintah, sangat penting untuk menciptakan ekosistem digital keuangan mikro.

Baca juga: OJK ingin digitalisasi UMKM dengan berdayakan lembaga keuangan mikro

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Industri jasa keuangan Sumbar tumbuh positif di 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar